Berita

Menteri Arief Yahya/Net

Politik

Kemenpar Gunakan Strategi Kuliner Untuk Promosi Wakatobi

RABU, 29 MARET 2017 | 11:13 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memiliki strategi khusus dalam menjadikan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu dari sepuluh destinasi wisata prioritas yang akan menjadi 'Bali baru' di Indonesia.

Dalam hal ini, Kemenpar tidak hanya fokus mengembangkan kekayaan alam, tapi juga menyasar wisata kuliner Wakatobi untuk mengundang wisatawan mancanegara.

"Dalam portofolio bisnis pariwisata nasional, wisata kuliner ini memiliki porsi yang besar untuk menarik wisatawan," papar Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (29/3).


Menpar Arief menjelaskan bahwa wisata belanja dan kuliner memiliki potensi 45 persen dalam menarik wisatawan. Angka tersebut di atas wisata alam yang hanya 35 persen, wisata kota dan desa yang prosentasenya hanya 35 persen, dan wisata manmade 5 persen.

"Gastronomi (ilmu kuliner) memiliki peran peran penting dalam pariwisata karena sebagian besar pengeluaran wisatawan, selain untuk tiket pesawat dan menginap juga habis untuk makanan dan minuman," tambah Arief Yahya.

Tak hanya melalui cita rasa, kuliner pun dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan wisatawan melalui even-even berkala.

"Misalnya even festival kuliner menjadi andalan Batam untuk menarik wisatawan crossborder dari Singapura dan Malaysia," imbuhnya.

Sementara Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) Vita Datau Mesakh mengatakan bahwa belakangan ini ada peningkatan wisatawan untuk mengunjungi dan mempromosikan tempat wisata dan identitas makanannya untuk kepentingan komersial dan pariwisata.

"Kita dapat melihat gastronomi melalui sudut pandang foodscape. Melalui sudut pandang ini kita bisa mendapatkan gambaran mengenai sosial, budaya, politik, ekonomi, atau sejarah melalui makanan," ungkap Vita yang turut hadir dalam promosi kuliner Wakatobi di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya