Berita

Jokowi/Net

Politik

Pisahkan Politik Dan Agama, Jokowi Pimpin Negara Sekuler

RABU, 29 MARET 2017 | 05:40 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut ingin menjadikan Indonesia sebagai negara sekuler yang menganut pemisahan negara dan agama. Menyusul, imbauannya agar semua pihak memisahkan persoalan politik dan agama untuk menghindari gesekan antar umat.‎

"Semua agama pada dasarnya baik. Oknumnya yang mungkin bermasalah," kata pengamat politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/3).‎

Menurutnya, nilai-nilai agama harus menyinari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Itu sebabnya, sila pertama dalam Pancasila menyebut Ketuhanan Yang Maha Esa yang juga disebut dalam Pembukaan UUD 1945.
 

 
"Hal demikian sebenarnya menjelaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memuat sisi keagamaan sebagai filosofi kehidupannya sehari-hari dalam bernegara," jelas Igor.

Dalam praktiknya, agama dan politik justru saling menguatkan. Menopang dan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan berbangsa dan bernegara. Itu sebabnya, partai politik berbasis massa Islam tetap mendapat tempat pemilih di Indonesia. Bahkan, parpol nasionalis sekalipun mengadopsi spirit nasionalisme religius dalam platform program dan visi misi.

Igor mengatakan bahwa pemisahan agama dan politik sama saja mengingkari jati diri sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi agama sebagai fondasi.

"Atau dengan kata lain, Indonesia berarti adalah negara sekuler yang menganut pemisahan antara negara dan agama," imbuhnya. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya