Berita

Net

Politik

Dukung Petahana, Djan Dan Romi Tidak Pikirkan Perjuangan PPP

SELASA, 28 MARET 2017 | 23:22 WIB | LAPORAN:

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) pada putaran dua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Namun, dukungan kubu Djan Farid dan Rohmaahurmuziy dinilai hanya sebagai gerbong kosong. Sebab, mayoritas suara arus bawah partai Kabah tidak setuju dengan keputusan tersebut. Sebagaimana hasil survei Polmark Resech Canter (PRC) yang mencatat sebanyak 65,6 persen masyarakat memilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi). Sedangkan 28,1 persen memilih Ahok-Djarot, dan 6,3 persen masih rahasia.

Kader muda PPP Usni Hasanudin mengatakan, dukungan terhadap pasangan petahana sangat tidak rasional untuk partai Kabah. Menurutnya, apapun pembenaran yang dikemukakan tetap menyakitkan umat.


"Keputusan itu tidak dapat ditolerasi secara nilai pernjuangan PPP. Yang menjadi khidmat itu sudah mendarah daging," terangnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/3).

Sebab, menurut kandidat Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) tersebut, hal itu bukan hanya persoalan dukungan terhadap Ahok-Djarot yang diberikan PPP. Tapi, bagaimana partai bisa mempertahankan eksistensinya sejak didirikan 1973 silam. Alumnus Pondok Pesantren Assalafiyah, Sukabumi itu menilai, PPP sudah menjadi bagian dari umat Islam dan bangsa Indonesia. Untuk itu, sebagai kader, Usni mengingatkan dan mengimbau DPP PPP menarik dukungan terhadap Ahok-Djarot.

"Baik itu Romi atau Djan, tarik dukungan demi partai. Mereka sudah hancurkan PPP tapi tidak sadar," ujarnya.

Usni juga mengimbau terhadap seluruh fungsionaris mengambil langkah-langkah organisasi agar segera menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (Muktamarkun) untuk mengembalikan dan menyelamatkan PPP. Sebab, partai sudah tidak bisa berharap dari konflik berkepanjangan yang sangat merugikan secara institusi.

"Perlu musyawarah kembalikan PPP pada jalan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam yang selama ini menjadi landasan perjuangan. Romi dan Djan tidak pikirkan perjuangan partai," tegas Usni. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya