Berita

Habib Aboe Bakar Alhabsy/Net

Politik

Hari Pahlawan Tidak Ada Tanpa Kolaborasi Umat Dan Ulama

SELASA, 28 MARET 2017 | 08:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kolaborasi ulama dan umat dalam mempertahankan kedaulatan bangsa di bumi nusantara sudah ada sebelum republik ini berdiri. Para ulama telah berjuang dengan umat untuk melawan kolonialisme dari Sabang sampai Merauke,

Begitu politisi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsy dalam Majelis Mudzakarah As Syafiiyah Putaran XXIV Universitas Islam Asy Syafiiyah, Jakarta, Selasa (28/3).

"Ada Pangeran Hasanuddin di Makasar, Panglima Diponegoro di Jawa, Teuku Umar di Aceh, hingga Fatahillah di Jakarta. Itu semua membuktikan tingginya konstribusi ulama dan umat dalam perjuangan kemerdekaan," ujarnya.


Dijelaskan anggota Komisi III DPR ini, loyalitas ulama dan umat untuk mempertahankan kedaulatan juga terihat saat ada serangan sekutu setelah kemerdekaan.

Saat itu, Kyai Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa yang mewajibkan umat untuik mempertahankan kedaulatan Indonesia. Fatwa ulama yang kemudian dikenal resolusi jihad itu seolah menjadi bara yang membakar semangat ummat.

"Heroisme perjuangan saat itu diabadikan sebagai hari pahlawan. Jadi sederhananya tanpa kolaborasi ulama dan umat tidak akan ada hari pahlawan," sambungnya.

Tidak cukup sampai di situ, kecintaan ulama dan umat Islam terhadap kedaulatan negara dibuktikan kembali saat terjadi pemberontakan PKI. Saat itu ulama dan umat bahu-membahu melakukan normalisasi di daerah, melakukan perlawanan secara langsung terhadap gerakan PKI.

"Itu semua adalah fakta sejarah, yang menjadi bukti bagaimana kolaborasi ulama dan ummat dalam mempertahankan kedaulatan," lanjut Habib.

Sementara dalam segi pembangunan, ulama dan umat Islam di Indonesia sudah memberikan kontribusi yang luar biasa. Ketika Kyai Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, sudah puluhan tahun memberikan kontribusi berupa ratusan lembaga pendidikan, rumah sakit hingga koperasi. Hal serupa juga dilakukan Kyai Hasyim Asy'ari dengan Jamiyat NU, yang kontribusinya terhadap negara terbilang luar biasa.

Sehingga, lanjutnya, jika masyarakat merasa galau karena dirasa ada yang tidak beres atas nasib para ulama, mulai ada yang dinistakan dan diacuhkan sampai dikriminalisasi, maka itu merupakan hal yang sangat logis.

"Hal ini harus dievaluasi, karena seharusnya ulama dirangkul, selama ini mereka yang merawat moral dan mental ummat. Kolaborasi ulama dan umat akan mampu membuat Indonesia semakin maju dan beradab," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya