Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi Optimis PDB Indonesia Bisa Mencapai USD 9,1 Triliun

SELASA, 28 MARET 2017 | 04:25 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku optimis jika Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan mencapai USD 9,1 triliun atau sekitar Rp 120.000 triliun di saat berusia 100 tahun pada 2045 nanti. Saat ini, PDB Indonesia baru mencapai Rp 13.000 triliun.

Untuk mencapai hal tersebut ada tiga tahapan yang harus dilalui. Pertama, sebagai pondasi dasarnya adalah pembangunan infrastruktur secara masif dan besar-besaran.‎ Pembangunan infrastruktur akan digenjot di 10 tahun pertama sebelum HUT Indonesia ke-100.

"Karena ini yang akan memperkuat competitiveness kita, biaya logistik lebih murah. Yang berkaitan dengan listrik, jalan tol juga sama. Kita bekerja tiga shift, yang berkaitan dengan airport, jalur kereta api, pelabuhan juga sama. Di Kuala Tanjung, Makassar New Port, Tanjung Priok, Sorong. Tanpa itu jangan berharap kita bisa bersaing di era keterbukaan yang tidak bisa kita hambat lagi," jelas Jokowi dalam pembukaan Rakernas Hipmi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta (Senin, 27/3).
‎‎

‎‎
Menurutnya, pada tahapan kedua, Indonesia harus masuk era industri pengolahan. Era ini akan digenjot di 10 tahun kedua sebelum 2045.

"Jangan kita sekali-kali pada 10 tahun kedua masih berjualan bahan mentah atau raw material. Stop, semuanya harus barang minimal setengah jadi agar kita bisa ekspor barang jadi semua," ujar Jokowi.

Kemudian, 10 tahun terakhir sebelum ‎2045, Indonesia harus sudah masuk secara masif pada industri jasa. Meski begitu, Jokowi berharap Indonesia sudah bisa masuk secara perlahan pada industri jasa.

"Kekuatan kita sebetulnya kekuatan alam kita. Sekarang kita baru proses bangun 10 destinasi wisata baru. Karena hampir semua tempat seperti Danau Toba, Morotai fasilitas belum ada yang dikelola profesional," bebernya.

‎Dengan langkah tersebut, Jokowi yakin PDB sebesar Rp 120 ribu triliun dapat tercapai. Terlebih, pada tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 309 juta jiwa. ‎Selain itu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 6 persen. Serta pendapatan per kapita USD 29 ribu, dari sekarang ini yang baru sekitar USD 3.500.

"Hitung-hitungan kami di 2045, Indonesia akan jadi ekonomi empat besar di dunia. Karena yang hitung sudah jago ekonomi. Siapa yang meragukan Bu Sri Mulyani, siapa yang meragukan Pak Darmin nasution. Ini kelas internasional semua," tegas Jokowi. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya