Berita

Foto: RMOL

Politik

Caketum PB PMII Dukung Cak Imin Bantu Petani Kendeng

SENIN, 27 MARET 2017 | 18:15 WIB | LAPORAN:

Pro kontra pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, masih terus bergulir.

Beberapa pekan lalu, para petani dan masyarakat adat sekitar pegunungan Kendeng, sampai berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta.

Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Chandra Wahyudi, meminta kepada pemerintah untuk lebih hati-hati dalam mengambil keputusan tentang persoalan di Kendeng.


"Kawasan Pegunungan Kendeng yang merupakan sumber mata air bagi lima kabupaten yang ada di sekitarnya, tentu harus dilestarikan dan dijaga," kata Chandra.

Chandra mengingatkan, jangan sampai karena investasi dan bisnis dalam rangka pembangunan ekonomi, tetapi malah melenyapkan sumber kehidupan dan hajat hidup masyarakat di sekitar wilayah tersebut.

Sebab itu, ia mendukung rencana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) melobi Presiden Joko Widodo agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan pendirian pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng.

"Saya harap Cak Imin bisa memberikan masukan untuk Presiden, sehingga keputusan yang diambil oleh Presiden merupakan yang terbaik untuk semua pihak terutama para petani dan masyarakat sekitar Kendeng," katanya.

Menurut dia, peran Kantor Staf Presiden (KSP) kurang maksimal menjembatani para petani Kendeng, PT SI, dengan presiden.

Korban jiwa dari peserta aksi 'cor semen' tak seharusnya terjadi jika Kantor Staf Presiden berperan maksimal.

Seperti diketahui, saat ini kegiatan PT SI dihentikan sementara sembari menunggu keluarnya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan tim independen di wilayah pembangunan pabrik semen di Kendeng. Namun, tak menutup kemungkinan setelah KLHS tersebut keluar akhir bulan ini, pengoperasian pabrik semen PT SI akan berjalan.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya