Di tengah perkembangan dunia yang semakin pesat, masyarakat Indonesia tetap tidak boleh meninggalkan nilai-nilai ideologi bangsa. Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa tidak boleh tergerus arus modernisasi.
Begitu terang Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu, Senin (27/3).
"Harus ada alat pemersatu yang kita kenal dengan nama ideologi, maka lahirlah pemersatu sekaligus ideologi yang kita kenal dengan nama Pancasila," ujarnya.
Ideologi pemersatu penting bagi Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, pulau, dan dialeg bahasa.
"Keberadaan untuk menjadi satu bangsa disadari oleh apa yang telah ada di negeri kita, ratusan suku, ratusan dialeg, ribuan pulau, demikian pula dengan beragam agama, yang kesemuanya telah ada sebelum bangsa ini merdeka. Maka dalam hal itulah pemikir-pemikir bangsa kita meletakkan dasar ideologi Pancasila," tegasnya.
Akan tetapi, saat ini muncul kekhawatiran nilai-nilai Pancasila akan tergerus dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena kemajuan jaman.
Oleh karena itu, Surya mengimbau agar semua elemen bangsa tetap bertanggung jawab dalam mempertahankan ideologi Pancasila.
"(Ideologi) itu adalah kita, dan itu adalah milik kita. Jangan pernah hilangkan itu, jangan pernah dia pergi ke tempat lain," tegas Surya lagi.
Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan guna memperkuat kembali nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa adalah dengan melakukan restorasi. Restorasi bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat atas semua sistem nilai yang ada, seperti kearifan lokal, adat istiadat, budaya, ideologi, dan filosofi.
"Kearifan lokal sudah menjadi sesuatu yang tidak kita pahami, tapi kita paksakan. Budaya ketimuran sudah menjadi budaya lain, penghormatan kepada wayang kulit, nyanyian Angin Mamiri sudah berubah menjadi musik rock dan sebagainya," ujarnya.
"Oleh karenanya, kita harus ingatkan sekaligus memperkuat. Jadi, "the real meaning terminology restorasi Indonesia" adalah memperkuat seluruh sistem nilai yang kita miliki sebagai otentiknya Indonesia, itulah restrorasi Indonesia," pungkasnya.
[ian]