Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Sebanyak 600 Pengikut ISIS Berpotensi Balik Ke Indonesia

SENIN, 27 MARET 2017 | 13:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kekalahan kelompok teroris ISIS di Mosul, Irak dan Syria oleh pasukan koalisi bukan berarti aksi teror yang dilancarkan kelompok pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi itu lenyap. Serangan teror diperkirakan justru berpencar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, Tubagus Hasanuddin memprediksi para kombatan ISIS itu kembali ke negara asal mereka. Hal ini harus segera diantisipasi mengingat kombantan ISIS yang berasal dari Indonesia ditaksir berjumlah hingga 600 orang.

"Diprediksi pengikut ISIS asal Indonesia yang jumlahnya hampir 600 orang akan kembali ke Indonesia dengan cara menyusup," ujar politisi PDIP itu dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi di Jakarta, Senin (27/3).


Kekhawatiran itu, kata Hasanuddin, juga dirasakan pejabat intelijen Australia yang mengatakan bahwa sisa ISIS yang berasal dari Asia Tenggara diprediksi akan kembali ke daerahnya dan membentuk basis perjuangan baru.

"Sesuai dengan situasi demografi dan geografi serta berdasarkan pengamatan terhadap kegiatan teroris yang lalu, para kombatan ISIS akan membentuk wilayah teritori mereka, antara lain Indonesia, Filipina selatan, dan Thailand selatan," sambungnya.

Kang TB, begitu ia biasa disapa, menyebut bahwa Indonesia merupakan yang paling cocok untuk latihan militer dan penyimpanan logistik.

Sementara lokasi di Indonesia yang jauh dari jangkauan pengawasan aparat keamanan adalah di bagian timur, seperti Sulawesi dan Maluku, khusus daerah Halmahera.

"Sementara, untuk operasi klandestein, bisa jadi di wilayah Jawa Barat, terutama daerah urban," sambungnya.

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius pernah mengungkap bahwa setidaknya ada 500 WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah. Sebagai catatan, sekitar 69 WNI telah meninggal dunia dalam pertempuran di Suriah maupun Irak.

Informasi lain datang dari lembaga analis keamanan dan intelijen, Soufan Group (2015)memperkirakan bawha 700 WNI telah bergabung dengan ISIS. Mereka konon telah menyatu dengan para kombatan dari Malaysia (100) dan Filipina (100), guna membentuk Katibah Nusantara (Satuan Tempur Nusantara). [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya