Berita

Ardian Sopa/Net

Politik

Tim Komunikasi Harus Bisa Dampingi Spontanitas Jokowi

MINGGU, 26 MARET 2017 | 18:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Joko Widodo merupakan sosok yang spontan dalam mengambil tindakan. Ia memiliki niat yang baik bagi rakyatnya, termasuk saat membagi-bagikan hadiah dengan cara melempar dari dalam mobil.

Begitu kata pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia Ardian Sopa menanggapi aksi Presiden Jokowi memberikan hadiah kepada warga dengan cara dilempar dari dalam mobil.

"Pak Jokowi ini orangnya spontan. Niatnya baik, tetapi kadang niat baik tanpa cara yang baik bisa jadi buruk," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (26/3).


Atas alasan itu, Ardian mengimbau kepada para protokoler, paspampres dan tim komunikasi presiden untuk bisa memberikan masukan agar niatan Jokowi itu tidak dicitrakan buruk oleh publik.  

"Tim komunikasi presiden harus bisa 'mendampingi' sisi Pak Jokowi yang spontan ini. Sehingga tidak merusak persepsi positifnya," pungkasnya.

Diketahui, Presiden Jokowi memberikan bungkusan-bungkusan hadiah untuk masyarakat dengan cara melempar dari dalam mobil saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Jumat kemarin (24/3). Perilaku Jokowi itu marak dibicarakan publik setelah rekaman videonya diunggah ke situs jejaring sosial Youtube.  

Dalam rekaman video berdurasi 1:59 menit itu, Jokowi yang mengenakan kemeja putih dibalut jaket bomber warna biru tua menggunakan mobil kepresidenan yang berbeda, yakni Toyota Land Cruiser. Duduk di bangku penumpang baris tengah sebelah kiri, Jokowi melempar bungkusan-bungkusan hadiah kepada warga yang hadir menyambutnya.

Dia pun tidak menunjukkan niatan turun dari mobil untuk menyambangi warga dengan terus melempar-lempar hadiah. Akibat dilempari hadiah, warga berebut memungutnya sehingga membuat petugas keamanan kewalahan menghalau warga yang mendekati mobil Jokowi. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya