Berita

Foto/Net

Politik

Aksi Lempar Hadiah Bisa Gerus Elektabilitas Jokowi Di 2019

MINGGU, 26 MARET 2017 | 17:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Jokowi perlu menjaga persepsi positif publik kepadanya. Terlebih, selama ini Jokowi dikenal sebagai sosok presiden yang merakyat.

Begitu kata pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia Ardian Sopa menanggapi aksi Presiden Jokowi memberikan hadiah kepada warga dengan cara dilempar dari dalam mobil.

Menurutnya, aksi tidak sopan Jokowi itu telah bertolak belakang dengan persepsi yang saat ini ada di masyarakat Indonesia.


"Selama ini Pak Jokowi dikenal sebagai presiden merakyat dan tidak berjarak dengan rakyatnya. Kasus hadiah ini bisa bertolak belakang dengan persepsi yang ada di masyarakat," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (26/3).

Menurutnya, Presiden Jokowi harus segera memperbaiki sikap yang tidak terpuji itu. Jika tidak, maka akan menggerus elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

"Jika dilakukan berulang akan berpengaruh tidak hanya terhadap elektabilitas, lebih jauh dari itu adalah terhadap persepsi positif Pak Jokowi," pungkasnya.

Diketahui, Presiden Jokowi memberikan bungkusan-bungkusan hadiah untuk masyarakat dengan cara melempar dari dalam mobil saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Jumat kemarin (24/3). Perilaku Jokowi itu marak dibicarakan publik setelah rekaman videonya diunggah ke situs jejaring sosial Youtube.  

Dalam rekaman video berdurasi 1:59 menit itu, Jokowi yang mengenakan kemeja putih dibalut jaket bomber warna biru tua menggunakan mobil kepresidenan yang berbeda, yakni Toyota Land Cruiser. Duduk di bangku penumpang baris tengah sebelah kiri, Jokowi melempar bungkusan-bungkusan hadiah kepada warga yang hadir menyambutnya.

Dia pun tidak menunjukkan niatan turun dari mobil untuk menyambangi warga dengan terus melempar-lempar hadiah. Akibat dilempari hadiah, warga berebut memungutnya sehingga membuat petugas keamanan kewalahan menghalau warga yang mendekati mobil Jokowi. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya