Berita

Kesehatan

Apa Itu Kehamilan Sehat?

KAMIS, 23 MARET 2017 | 17:09 WIB

Merencanakan kehamilan bukan sekadar menyiapkan psikis bagi seorang ibu, tetapi sekaligus juga buat suami.

Begitu dijelaskan Dokter Achmad Mediana, SpOG, Spesialis Obyn di sela seminar Ibu Hamil bertema ‘Mempersiapkan Kehamilan yang Sehat Untuk Generasi yang Hebat’, yang digelar Siloam Hospital Asri, pekan lalu.

Menurut dr. Achmad, baik suami maupun istri memiliki tanggung jawab untuk sama-sama membuat pembuahan menjadi lebih berkualitas.


Beberapa perencanaan dan persiapan yang harus dilakukan oleh pasangan antara lain berhenti merokok, minum alkohol, nikotin dan kopi minimal tiga bulan sebelum berencana hamil. Larangan ini berlaku baik untuk suami maupun istri.

"Kopi, nikotin, rokok dan minuman beralkohol bisa memicu pembuluh darah menjadi tidak elastis. Akibatnya, oksigen dan zat gizi yang terkandung dalam sel telur maupun sel sperma menjadi kurang berkualitas," urainya.

Ia menerangkan, tidak lancarnya aliran oksigen dan zat makanan ini juga akan berpengaruh pada kondisi janin. Akibatnya, janin tidak akan mendapat pasokan oksigen dan zat makanan dalam jumlah cukup.

Janin memang tidak akan mati, tapi perkembangan otaknya menjadi terganggu karena kurang mendapatkan oksigen. Tak jarang, ketika si anak tumbuh besar otaknya ‘tidak pintar’.

"Jika zat makanan kurang dan oksigen juga tidak memadai, mau seperti apa kualitas generasi yang akan dilahirkan? Apakah mungkin dengan kondisi tersebut si anak akan lahir dengan sehat sempurna?" lanjut dr Achmad.

Adapun beberapa tips menjaga kehamilan normal di antaranya lakukan pemeriksaan secara teratur, gunakan kondom saat hamil muda, konseling laktasi, jangan membasuh kemaluan dengan sabun dan sejenisnya, tidak menggunakan sepatu hak tinggi serta usahakan kenaikan berat badan berkisar antara 7,5 kg hingga 12,5 kg.

Menurut dr Achmad, kehamilan yang tidak terkontrol dengan baik bisa melahirkan anak-anak yang cacat, tingkat kecerdasan kurang dan bertubuh pendek.

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesial anak, Alinda Rubiati Wibowo, menyebutkan, stimulasi selama janin berada dalam kandungan penting dilakukan mengingat pada usia kehamilan enam bulan otak anak mulai berkembang.

"Pada trisemester terakhir itu, pertumbuhan otak anak sangat pesat sekali sampai 250 persen. jadi harus kita kejar perkembangan otak anak ini dengan memberikan stimulasi yang baik sehingga anak lahir dengan kondisi yang sempurna dan sehat," tukasnya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya