Berita

Masinton Pasaribu/Net

Bisnis

Masinton: Sudah Tak Usah Negosiasi Lagi Dengan Freeport

KAMIS, 23 MARET 2017 | 16:57 WIB | LAPORAN:

Pemerintah sudah tak perlu lagi menunda-nunda atau memperpanjang negosiasi dengan PT Freeport Indonesia yang enggan beralih dari Kontrak Karya (KK) ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Terlebih Freeport tidak pernah memberikan kontribusi maksimal kepada Indonesia.

"Tidak ada alasan panjang lebar lagi nego dengan Freeport. Alasannya sederhana, sejak KK dikeluarkan sampai sekarang manfaat Freeport secara ekonomi dan lingkungan sangat minim. Dibanding hasil yang dikeruk oleh Freeport dari tanah Papua," tegas politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu dalam diskusi “Nasionalisasi Freeport untuk Kedaulatan Bangsa” di Warung Komando, Jakarta Selatan, Kamis (23/3).


Menurutnya, tidak ada manfaat sama sekali bagi bangsa Indonesia kehadiran Freeport di tanah Papua. Freeport hanya memberikan royalti 1 persen kepada pemerintah, enggan mematuhi UU Minerba, dan juga bersikukuh tidak membangun smelter.

"Kalau dia bangun smelter, Indonesia akan tahu cadangan emas yang dikeruk oleh Freeport. Memang tidak ada untungnya ada Freeport ini," kata dia.

Menurutnya, divestasi saham sebanyak 51 persen bagi Indonesia sudah tergolong negosiasi yang sangat moderat. Tapi ternyata syarat itu juga ditolak oleh Freeport. Maka dari itu, tegas dia, sudah saatnya pemerintah mengambil alih sepenuhnya tambang Freeport di Papua.

"Ini momentumnya buat kemerdekaan bangsa kita. Kita ambil alih Freeport," tandasnya.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya