Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menarÂgetkan bisa meningkatkan kerja sama di sektor industri tekstil. Selain untuk meningkatkan ekÂspor ke AS, kerja sama ini juga untuk memenuhi pasokan bahan baku tekstil. Apalagi, AS meruÂpakan salah satu negara pemasok utama kapas. Industri tekstil lokal harus semakin kuat.
Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian PerinÂdustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, pemerintah berencana memperÂcepat adanya kesepakatan kedua negara yang lebih konkret di bidang pertekstilan. "Kita masih terus memperjuangkan agar tekstil Indonesia tidak dikenakan tarif seperti di Vietnam," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Dia berharap, ke depan kerja sama dengan AS dapat dikemÂbangkan, terutama untuk inÂdustri tekstil dari hulu sampai hilir. Apalagi, saat ini, impor kapas untuk kebutuhan industri tekstil di Indonesia mencapai 70 persen. Sementara, hingga akhir 2016, nilai ekspor kapas AS unÂtuk Indonesia mencapai angka 350 juta dolar AS. Jumlah ini sangat besar dibanding dengan negara lainnya.
Karena itu, pemerintah berenÂcana untuk memperkuat mateÂrial center (pusat bahan baku) industri tekstil, salah satunya di Jawa Barat dengan mendirikan sekolah khusus kapas. TujuanÂnya untuk mengembangkan jenis lain namun dengan kualitas yang berbeda.
"Kami punya material cenÂter produk industri, tujuannya untuk mempermudah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) mendapatkan bahan baku dengan harga yang murah," kata Sigit.
Selain itu, kata Sigit, dalam rangka meningkatkan sumÂber daya manusia (SDM) dan mensukseskan program vokasi Kemenperin, pihaknya akan bekerja sama dengan 500 SekoÂlah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Kerja sama ini untuk melakuÂkan praktik sekolah di industri tekstil dan indsutri lainnya," tukasnya.
Sebelumnya, dalam memaÂtangkan kerja sama dengan pemerintah AS di bidang indusÂtri tekstil, Dubes Amerika SerÂikat untuk Indonesia Joseph R Donovan melakukan pertemuan dengan Asosiasi Pertekstilan InÂdonesia (API) di Jakarta, Selasa (22/3).
Pada pertemuan dengan seÂjumlah pengusaha tekstil itu, Donovan berharap, dapat menÂerima masukan-masukan dari kalangan pengusaha tekstil di Indonesia terkait dengan rencana penguatan kerja sama kedua negara.
Ketua Umum API Ade SudraÂjat mengatakan, mengapresiasi rencana penguatan kerja sama antara Indonesia dengan AS di bidang industri tekstil. Apalagi, selama ini, pengusaha memang terus meminta pemerintah untuk membuka pasar tekstil ke AS. "Ini bisa menjadi pengganti TPP (
Trans Pacific Partnership) yang gagal," ujar Ade kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut juga, pemerintah AS berÂjanji akan mendukung industri tekstil Indonesia dari hulu sampai hilir. Karena itu, dia berharap, seÂmuanya bisa cepat direalisasikan. "Kita berharap ekspornya tekstil kita ke Amerika bisa bagus," tukasnya. ***