Berita

Foto/Net

Bisnis

Laba Bersih Garuda Anjlok 88 Persen Sepanjang 2016

Akibat Persaingan Harga Tiket
KAMIS, 23 MARET 2017 | 09:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Garuda Indonesia (Per­sero) Tbk menilai tingginya persaingan harga tiket antar­maskapai menjadi salah satu penyebab turunnya perolehan laba bersih perseroan sebe­sar 9,36 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 124,5 miliar Tahun 2016. Angka ini anjlok hingga 88 persen bila dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai 78 juta dolar AS setara Rp 1,03 triliun.

Direktur Utama Garuda Indo­nesia M Arif Wibowo mengata­kan, tren industri penerbangan di Asia Pasifik mengalami teka­nan selama lima tahun terakhir. Selain itu, adanya perlambatan ekonomi turut mempengaruhi daya beli masyarakat.

"Laba bersih kuartal IV Tahun 2016 sebesar 53 juta dolar AS, naik dibanding periode sama ta­hun sebelumnya 26,5 juta dolar AS. Secara keseluruhan turun hanya 9,36 juta dolar AS. Tapi, kami tetap dapat mempertah­ankan kinerja positif," ujarnya, di Jakarta, kemarin.


Alasan kondisi ekonomi tersebut, kata dia, mengacu pada kajian kinerja penerban­gan Asia Pasific yang dipub­likasikan Bloomberg, passen­ger yield industri penerbangan Asia Pasifik dalam 5 tahun terakhir mengamali tren penu­runan yang cukup signifikan, dari USC 9,6 per kilometer (km) pada tahun 2012 menjadi USC 6,2 per km di 2016.

Namun demikian, trafik pen­umpang tercatat menunjukkan tren peningkatan dari 511,6 juta penumpang di 2012 menjadi 632,8 juta penumpang di 2016.

"Kajian ini menunjukkan penerbangan di kawasan Asia Pasifik meski meningkat dari sisi trafik penumpang, tapi ada penurunan yield karena sebagian besar maskapai turut melakukan ekspansi dalam strategi penerbangan bisnis­nya," katanya.

Menurutnya, capaian positif kinerja perusahaan terjadi pada pendapatan usaha (operat­ing revenue), yakni naik dari 3,815 miliar dolar AS di 2015 menjadi 3,863 miliar dolar AS tahun ini atau naik 1,3 persen.

Selain itu, hingga akhir 2016, pihaknya berhasil men­gangkut total sebanyak 35 juta penumpang baik Garuda Indonesia dan Citilink.

"Available seat kilometres/ASK (kapasitas kursi pesawat) jumlahnya 58,7 juta atau naik 13,3 persen dari sebelumnya 51,9 juta. Sementara untuk jumlah penumpang diangkat (revenue passenger kilometres/RPK) 43,4 juta di 2016 atau naik 8,3 persen dibanding 2015 sebanyak 40 juta," terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga mampu mem­pertahankan perkembangan bisnis kargo yang mengalami peningkatan jumlah angkutan kargo mencapai 18,22 persen. Hal ini dikarenakan adanya optimalisasi ruang kargo.

Di antaranya, sambung dia, memaksimalkan komoditas yang memiliki imbal hasil tinggi, membangun sinergi dengan sektor industri logistik lainnya dalam memaksimal­kan jangkauan dan layanan produk kargo udara Garuda hingga menjangkau aspek layanan door to door.

Ke depan, pihaknya akan terus memperbesar kapasitas bisnis kargo melalui rute-rute penerbangan internasional yang kami layani. Saat ini, po­sisi Garuda untuk market share sebesar 41,7 persen di pasar domestik dan 26,93 persen untuk pasar internasional.

"Untuk kargo angkutan 2016 mencapai 415,824 ton atau naik 18,22 persen dari capaian periode yang sama 351,724 ton. Secara keseluruhan, jum­lah pendapatan pasar kargo mencapai 219,15 juta dolar AS, naik 16,65 persen dibanding 2015 hanya 187,87 juta dolar AS," tandasnya. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya