Berita

Politik

Ingin Punya Aturan Sendiri, DPD Minta UU MD3 Dipecah Tiga

RABU, 22 MARET 2017 | 23:56 WIB | LAPORAN:

DPD RI merasa penggabungan UU yang mengatur MPR, DPR, dan DPD, dalam UU MD3 bertentangan dengan UUD 1945.

Untuk itu, DPD mendorong agar dalam revisi UU MD3 yang telah dilaksanakan DPR, UU baru nanti dipecah tiga untuk masing-masing lembaga.

“Kalau UU tiga lembaga negara ini menjadi satu seperti sekarang, agak sulit. DPRD sudah masuk rezim pemerintahan daerah, tak bisa lagi dikategorikan dalam MD3. Untuk memenuhi mandat konstitusi, UU ketiga lembaga ini harus dibuat terpisah,” ujar Ketua Badan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan DPD John Pieris dalam diskusi di Ruang Wartawan, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (22/3).


John berharap, keinginan DPD itu diakomodir oleh DPR. Dengan dipecah, DPD bisa mengatur dirinya sendiri, termasuk dalam membuat tata tertib.

Selain pemisahan UU, DPD mengusulkan penambahan satu anggota DPD di setiap propinsi. Menurut dia, penambahan jumlah anggota DPD perlu dilakukan karena tugas di daerah sangat luas, yakni mencakup seluruh desa, kecematan, kabupaten/kota, dan provinsi.

“Empat orang anggota DPD tak akan mungkin menangani persoalan di seluruh provinsi. Penambahan jumlah akan meningkatkan kinerja DPD, karena masing-masing anggota bisa berbagi wilayah kerja dan penugasan,” jelas senator asal Maluku ini. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya