Berita

Febri Diansyah/Net

Hukum

KPK Yakin Polisi Prioritaskan Kasus E-KTP

RABU, 22 MARET 2017 | 12:58 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap bergeming atas laporan yang dilayangkan Marzuki Alie, dan Melchias Markus Mekeng ke kepolisian, terkait pencatutan nama mereka dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak sembarangan mencantumkan nama-nama yang diduga menerima aliran duit haram proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Menurut Febri, KPK akan terus melanjutkan pembuktian keterlibatan nama-nama yang disebut jaksa antirasuah.


"KPK tentu tetap memproses kasus ini. Kami sudah pelajari lebih lanjut fakta yang muncul di persidangan. Ada pengembangan signifikan," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (22/3).

KPK, kata Febri, tak khawatir jika penanganan kasus e-KTP dianggap bias lantaran banyak pihak yang melapor ke polisi. Ia yakin kepolisian paham UU 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Kami sudah membaca tanggapan dari pihak kepolisian juga bahwa sejak lama sudah ada koordinasi jika ada saksi-saksi dan pihak di luar kasus korupsi yang sedang berjalan maka yang diprioritaskan penegakan hukum dalam konteks korupsinya," kata Febri.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya