Berita

Susi Pudjiastuti/Net

Bisnis

Penerimaan Pajak dan Devisa Negara 0,01 Persen, Menteri Susi Layak Dievaluasi Kinerjanya

SELASA, 21 MARET 2017 | 14:55 WIB | LAPORAN:

Kontribusi sektor perikanan ke penerimaan pajak masih terbilang sangat rendah.

Kondisi ini bertolak belakang dengan peran sektor perikanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kontribusi penerimaan pajak dari sektor perikanan terhadap ekonomi hampir 0,01 persen. Itu masih persen, kalau angka benarnya berarti 0,0001," kata Divisi Buruh Tani Nelayan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (Burutanel - MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), Rusdianto Samawa dalam keterangan tertulisnya.


Seperti diketahui, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang nomor dua di dunia. Dengan wilayah laut lebih luas dibandingkan daratan seharusnya berpotensi besar terhadap penerimaan pajak.

"Tapi melihat kontribusi yang hampir 0,01 persen, sebetulnya kita wajib tersinggung karena Indonesia selalu memperkenalkan we are an archipelago country. Itu berarti ada something really wrong, karena lima tahun kontribusinya flat," ujarnya.

Data yang diperolehnya, papar Rusdianto, KKP di bawah Susi Pudjiastuti hanya berkontribusi sebesar 0,02 persen di tahun 2014, kemudian anjlok lagi di tahun 2016.

Setoran pajak dari sektor perikanan kurang dari Rp 1 triliun, tepatnya Rp 986,1 miliar pada 2016. Padahal kontribusi sektor perikanan terhadap ekonomi atau PDB Indonesia di tahun 2011 mencapai 15 persen.

"Bayangkan laut terpanjang nomor dua di dunia. Tetapi sumbangan terhadap negara sangat sedikit hanya berkisar 986 miliar sementara APBN Rp 2.080 triliun belanja, penerimaan Rp 1.750 triliun," kritiknya.

Justru dengan adanya potensi perikanan tangkap itu di Indonesia sangat besar, menurut dia, seharusnya Susi Pudjiastuti lebih meningkatkan kinerjanya. Akan tetapi faktanya, kontribusi sektor perikanan tangkap masih jauh lebih rendah dibanding potensi tersebut.

"Ini disebabkan oleh Susi Pudjiastuti yang melarang alat tangkap cantrang dan lainnya. Membatasi Gross Ton kapal, adanya program relokasi nelayan yang tidak sesuai wilayah dan tempat nelayan menangkap ikan," urainya.

Penyebab lain dari melemahnya perikanan tangkap, masih kata dia, ketika Susi Pudjiastuti memaksa kebijakannya menggunakan konsep relokasi nelayan eks cantrang ke Laut Arafura dan Natuna.

"Ini merupakan modus baru kejahatan laut dan perikanan. Bagaimana tidak? Di program relokasi yang mereka anggap bersih dan berhasil ini ada terjadi bancakan anggaran negara," terangnya.

KKP juga memberi ruang dan waktu kepada kapal-kapal yang telah disiapkan untuk mengurus izin sendiri. Syaratnya kapal-kapal itu mau mendistribusi ikannya ke PT. Perindo dan PT. Perinus. Ini menurutnya cara baru KKP merampas pundi-pundi dari laut dan perikanan.

"Ketika Susi Pudjiastuti gagal dalam memimpin KKP, dan justru terjadinya perampokan terhadap nelayan dan usaha perikanan dengan dalih pajak dan izin operasional kapal, maka Susi Pudjiastuti sudah layak dievaluasi kinerjanya," tegas Rusdianto.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya