Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Penjual Durian di Kalibata Pun Mengeluh…

SABTU, 18 MARET 2017 | 21:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penggemar durian yang tinggal di Jakarta tentu tidak asing dengan pusat penjualan durian di Jalan Kalibata. Pemprov DKI Jakarta telah membangungkan deretan kios baru untuk para pedagang.

Kios-kios yang sebelumnya berada di depan gedung Kementerian Dalam Negeri dipindahkan ke depan gedung Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja. Tampilan deretan kios itu pun lebih baik, lebih terang dan lebih bersih. Didominasi warna biru muda dan cahaya neon putih yang terang benderang pada malam hari.

Bagi sementara konsumen durian di tempat itu, kini harga durian di Kalibata lebih mahal dari sebelumnya. Durian Medan dijual Rp 85 ribu per buah. Setelah tawar menawar, harga yang disepakati sebesar Rp 75 ribu.


Begitu juga dengan durian Petruk yang ukurannya relatif lebih kecil dan durian Montong yang ukurannya lebih besar dan biasanya dijual perkilo.

Jangankan pembeli, penjual durian di Jalan Kalibata pun mengeluh.

Seorang penjual mengatakan, harga durian terpaksa mereka naikkan karena beban yang mereka tanggung juga semakin berat.

Kios baru yang mereka tempati sejak sebulan lalu lebih mahal dari kios sebelumnya.

"Setiap bulan kami bayar iuran Rp 100 ribu lewat Bank DKI. Kami juga harus bayar biaya sampah Rp 15 ribu per hari dan biaya kebersihan Rp 5 ribu per hari," kata pedagang yang sudah bertahun-tahun jualan durian di Kalibata itu

Kios baru yang menampung 30 pedagang itu dikelola oleh Dinas Koperasi UKM serta Perdagangan Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 10 pedagang dipindahkan dari lokasi lama di depan gedung Kementerian Dalam Negeri. Sementara 20 pedagang lainnya sudah lebih dahulu berdagang di titik ini.

"Untuk setiap lampu neon tambahan kami bayar Rp 15 ribu per hari. Umumnya pedagang pakai dua lampu," kata dia lagi.

Jadi, setiap hari masing-masing pedagang mengeluarkan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu iuran per bulan.

Jumlah durian yang terjual juga berkurang seiring dengan penurunan jumlah pembeli yang keberatan dengan harga durian yang menjadi lebih mahal.

Dia juga mengeluhkan lokasi baru yang jauh dari pusat kuliner di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Saat masih berjualan di dekat pusat kuliner, kata dia, pembeli lebih banyak. Warga yang berencana mau makan malam, bisa berubah pikiran membeli durian saat melihat tumpukan durian di kios. Pembeli yang sedang memakan durian di kios durian juga bisa memesan minuman dari penjual minuman di pusat kuliner itu.

Di lokasi baru dengan sendirinya jumlah pembeli menurun. Hanya orang-orang yang mau makan durian yang datang ke kios durian itu.

Pembeli juga tidak bisa memesan minuman lain.

Pedagang minuman di salah satu sisi deretan kios hanya menjual air mineral kemasan yang menjadi sponsor pengelola kios. Begitu juga dengan teh kemasan dan kopi instan. Hanya merek-merek yang menjadi sponsor yang boleh dijual di tempat yang baru itu.

Seorang pedagang durian lainnya tak begitu mempersoalkan kondisi di kios baru. Kata pedagang yang ini, kalau dihitung-hitung biaya yang harus mereka habiskan setiap hari di kios lama lebih besar dari biaya yang harus mereka keluarkan di kios baru.

“Harga durian mahal karena memang sedang mahal, Mas,” ujarnya.

Tapi pedagang yang ini juga punya keluhan walau tak banyak.

Dia mengeluhkan posisi rak yang berdempetan antara dua pedagang. Deretan kios itu dibagi per kapling, dimana satu kapling dibagi dua. Deretan kedua pedagang durian di satu kapling itu sama sekali tidak punya pembatas.

“Pembeli menawar durian saya, tapi karena bersebelahan dengan rak teman, bisa jadi pembeli mengambil dan membayar durian dari rak teman saya. Kita harus banyak sabar disini,” ujarnya.

Baginya, keluhan-keluhan pedagang hanya persoalan transisi dari situasi lama ke situasi baru. Dia berharap di masa yang akan datang penjualan durian bisa bagus lagi dan pembeli bisa lebih banyak seperti sebelumnya. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya