Berita

Foto/Net

Bisnis

Mendag Bongkar Kecurangan Perizinan Impor Holtikultura

Curigai Pengusaha Tak Punya Gudang Tapi Bisa Impor
SABTU, 18 MARET 2017 | 09:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan penyimpangan perizinan impor holtikultura (buah dan sayur). Para pelakunya akan ditindak tegas.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, praktik curang importir holtikultura terbongkar setelah pihaknya mencurigai ada ketidakberesan dalam impor produk holtikultura.

"Kami sengaja menelusuri, melakukan verifikasi, dan ternyata benar ada pelanggaran," kata Enggar di Jakarta, ke­marin.


Enggar menjelaskan, dalam melakukan impor produk holti­kultura ada sejumlah persyara­tan yang harus dipenuhi. Antara lain, importir harus memiliki gudang penyimpanan. Menu­rutnya, pihaknya menemukan sejumlah importir ketahuan tidak memiliki gudang.

"Mereka menipu, tidak ada gudang, alamat tidak jelas, tapi mereka bisa impor. Nggak tahu ilmunya apa, nggak punya gu­dang tapi bisa impor," terang­nya.

Yang miris, lanjut Enggar, importir tersebut sudah melaku­kan impor bertahun-tahun.

Enggar tidak menyebutkan pelanggaran apa lagi yang di­lakukan importir. Dia hanya bilang akan mengumumkan pencabutan Angka Pengenal Impor Produsen (API-P) dan Perizinan Impor (PI) pada pekan depan.

Enggar mengaku belum mengetahui dengan pasti berapa jumlah importir yang perizinan­nya akan dicabut.

"Nanti kan masih dievaluasi, ada yang API-P nya kami cabut, PI-nya dicabut. Pokoknya tidak ada ampun. Masa kita ikhlas wortel kita yang bagus disaingi sama wortel impor," tuturnya.

Enggar memastikan tindakan tegas yang akan dilakukannya tidak akan mengganggu pe­menuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, impor sayur dan buah merupakan kegiatan rutin setiap tahun.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyambut baik tindakan tegas mendag.

"Jika memang investasi sudah dilakukan dengan benar, saya kira wajar saja Mendag ambil tindakan tegas," kata Hariyadi.

Dia mengatakan, jika importir bisa melakukan impor pada­hal tidak memenuhi syarat, itu menunjukkan pengusaha tidak profesional. Karena, sebe­narnya, pelaku usaha bisa me­nyewa gudang untuk penyimpanan.

Hariyadi menunjuk para pengusaha yang beroperasi di kawasan industri miliknya. Menurutnya, banyak pelaku usaha menyewa gedung dan lahan. Sehingga, ketika diperiksa pemerintah, mereka bisa menun­jukkannya.

Tidak Impor Cabe

Enggartiasto menegaskan tidak akan melakukan impor cabe kendati sampai saat ini harga komoditas tersebut masih tinggi.

"Saya tegaskan, saya tidak mau impor. Masa kita impor cabe," kata Enggar seusai me­nyerahkan bibit cabe di Kom­pleks City Forest and Farm, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (16/3).

Dia menuturkan, kenaikan harga cabe banyak faktor. Di antaranya, penurunan produksi akibat cuaca. Selain itu, kenai­kan juga dipicu aksi spekulan.

Enggar yakin harga cabe tidak lama lagi akan membaik. Karena, banyak petani sudah panen.

Enggar berharap kepada masyarakat menanam cabe di lingkungan rumahnya. Agar, ketika harga cabe naik, kantong tidak jebol.  ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya