Berita

Foto/Net

Bisnis

Tim Ekonomi Gagap Tangkap Peluang Besar Dari Raja Salman

JUMAT, 17 MARET 2017 | 13:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabar mengenai nilai investasi Pemerintah Arab Saudi di China yang jumlahnya berkali lipat lebih besar dibanding dengan kesepakatan investasi di Indonesia membuat sebagian kalangan terkejut.

"Luar biasa!!! Di Negara Tirai Bambu, Raja Salman meneken kontrak kerja sama ekonomi senilai Rp 866 triliun. Bandingkan dengan di Indonesia yang hanya Rp 93 triliun," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni kepada redaksi sesaat lalu, Jumat (17/3).
 
Patut dipertanyakan, menurut dia, kenapa angka investasi Raja Salman di China dan Indonesia berbeda sangat jauh. Bahkan sebelumnya tersiar kabar Raja Salman akan meneken kontrak kerjasama di Indonesia senilai Rp 334 triliun, namun kenyataanya yang terealisasi hanya Rp 93 triliun.


Padahal saat di Indonesia, Raja Salman mendapatkan penyambutan yang luar biasa. Presiden Jokowi langsung menyambut di kaki tangga pesawat. Bahkan, Presiden Jokowi sendiri turun tangan memayungi Raja Salman ketika kehujanan di Istana Bogor, meskipun Presiden harus basah kusup.

"Patut ditelusuri apa penyebab Raja Salman sampai mengecilkan nilai investasinya di Indonesia. Pemerintah harus terbuka soal ini. Jangan sampai isu ini hanya menjadi isu liar di masyarakat," pinta Sya'roni.

Sementara ini, menurut dia, yang bisa disorot adalah kinerja tim ekonomi pemerintah yang digawangi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani dan kawan-kawan. Mereka bisa dianggap gagal mengeksekusi peluang investasi Pemerintah Arab Saudi dan Raja Salman.

"Kecilnya investasi Raja Salman di Indonesia bisa disebabkan kegagapan tim ekonomi dalam menyediakan bidang investasi yang diinginkan Raja Salman. Mestinya selain menggelar karpet merah di Bandara Halim Perdana Kusuma, pemerintah juga perlu 'menggelar' karpet merah di bidang kerja sama ekonomi," tukasnya.  [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya