Berita

Foto/Net

Hukum

Penangkapan Kembali Siwaji Raja Tanpa Dasar Hukum

JUMAT, 17 MARET 2017 | 11:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indikasi penangkapan, penahanan dan penetapan tersangka Siwaji Raja oleh penyidik Polrestabes Medan tidak memiliki dasar hukum dan tanpa melalui prosedural hukum yang benar, sangat terang benderang.

"Dua saksi mahkota yang digunakan penyidik untuk mengaitkan klien kami seolah-olah sebagai otak pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna sudah almarhum. Kalau penyidik bilang ada novum baru, mana novum barunya? Saksi au de tum tidak bisa digunakan sebagai bukti," kata pengacara Siwaji Raja, Elza Syarif, di kantornya, Jakarta, Kamis (16/3).

Penyidik Polrestabes Medan, sebut Elzya, telah mencederai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Kliennya ditangkap dan ditahan tidak sampai 1x24 jam pasca keluarnya putusan hakim praperadilan PN Medan.


"Polrestabes Medan sebagai termohon juga belum melaksanakan seluruh isi putusan hakim praperadilan," katanya.

Perintah pengadilan yang belum dilaksanakan oleh Polrestabes Medan sebagai tergugat yakni merehabilitasi nama baik Siwaji Raja di salah satu media cetak dan satu televisi nasional, dan membayar uang pengganti sebesar Rp 1 juta. Menurut Elsya, perbuatan Polrestabes Medan kepada Siwaji merupakan bentuk kriminalisasi, perbuatan sewenang-wenang, dan melanggar hukum.

"Tak usah dianalisa panjang lebar, perbuatan Polrestabes Medan ini menunjukkan mereka tidak menghormati dan melecehkan putusan pengadilan, abuse of power dan mengarah pada pelanggaran HAM," tuturnya.

Elsya menuturkan pada Senin sore, 13 Maret 2017, tim kuasa hukum mendatangi Polrestabes Medan untuk meminta Siwaji segera dikeluarkan dari tahanan karena sudah ada putusan praperadilan. Kapolrestabes Medan yang ditemui tim hukum mempersilahkan untuk mengurusnya ke Kasatreskrim.

Namun Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) itu tidak bisa keluar tahanan dengan alasan administrasi. Kasatreskrim menyampaikan baru menerima salinan putusan pukul 17.30 WIB dan penyidik sedang gelar perkara dan menganalisa hasil putusan tersebut.

Keesokan harinya tim hukum kembali mendatangi Polrestabes Medan. Sekira Pukul 10.30 WIB tim hukum yang datang bersama keluarga bisa membawa Siwaji keluar dari tahanan. Namun pada saat keluar beberapa langkah melewati gerbang Polresabes Medan, Siwaji dihadang oleh polisi berpakaian preman, dibawa masuk kembali ke dalam Polrestabes dan hingga saat ini ditahan.

"Putusan hakim praperadilan PN Medan menyatakan penetapan tersangka dan penahanan klien kami tidak sah karena kurang dua alat bukti. Kok malah ditangkap dan ditahan lagi?" keluhnya. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya