Berita

Politik

ARTIKEL JAYA SUPRANA

Kebangsaan Nasional ASEAN

JUMAT, 17 MARET 2017 | 06:19 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

BERBAGAI pihak keliru menganggap bahwa Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai perwakilan, cabang, afliasi atau agen Guinness Book of Records. Anggapan itu keliru. MURI didirikan justru akibat perasaan kebanggaan nasional yang dilukai oleh Guinness Book of Records.

Di Semarang pada tahun 80an abad XX, saya memang kerap menyelenggarakan beberapa kegiatan antara lain Festival Ketahanan Berdiri Diam atau sebuah sepeda dikendarai sekaligus 19 orang yang diakui oleh GBR sebagai rekor-rekor dunia. Namun ketika saya mengajukan rekor Batik Terpanjang, Keris dengan Kelok Terbanyak, Tahu Terbesar atau Pergelaran Angklung dengan Pemain Terbanyak, ternyata semua ditolak mentah-mentah oleh GBR dengan alasan tidak kenal batik, keris, tahu atau angklung dan masyarakat dunia tidak tertarik kepada rekor kebudayaan Indonesia.

Kemudian ketika saya berkunjung ke Museum Guinness Book of Records di London yang menampilkan sebuah diorama prestasi Rekor-Dunia 19 orang (semuanya warga Indonesia) sekaligus naik sebuah sepeda menempuh jarak 300 meter yang dipecahkan di Semarang oleh tim Jago-Sport-Club, perasaan nasionalisme saya kembali terluka ketika melihat fakta 19 boneka naik satu sepeda itu kesemuanya ditampilkan dengan busana dan kuncir rambut gaya tradisonal Cina, dinasti Ching yang telah berakhir di awal abad ke XX setelah Masehi.


Padahal rekor dunia itu saya ciptakan di landasan pesawat terbang di A. Yani Semarang, Indonesia bersama 19 putera bangsa Indonesia pada tanggal 30 Juni 1988 menjelang akhir abad XX setelah Masehi.

Segenap ketidak-profesionalan GBR membuat saya tersadar bahwa pada hakikatnya memang keliru apabila dalam berupaya menghargai karsa dan karya bangsa sendiri, saya malah berkiblat ke bangsa asing. Ternyata saya masih mengidap penyakit inlander-complex warisan kaum penjajah agar bangsa Indonesia tetap tidak pernah merasa bangga atas karsa dan karya bangsa sendiri maka senantiasa bangga atas karsa dan karya bangsa asing!

Maka pada tanggal 27 Januari 1990 secara resmi atas dukungan perusahaan Jamu Jago, saya mendirikan Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai lembaga pencatat prestasi superlatif bangsa Indonesia sebagai gerakan Kebanggaan Nasional demi mengajak bangsa Indonesia untuk merasa bangga atas karsa dan karya terbaik puteri-puteri bangsa Indonesia sendiri.

Syukur Alhamdullilah, ternyata gelora Semangat Kebanggaan Nasional yang diemban MURI juga menular ke negara-negara ASEAN yang masing-masing kemudian mendirikan lembaga pencatatan rekor karsa dan karya bangsa masing-masing.

InsyaAllah, medio 2017 lembaga pencatatan rekor Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Myanmar, Filipina akan berkunjung ke MURI di Jakarta dan Semarang demi saling tukar pikiran, pengalaman dan semangat Kebanggaan Nasional dalam perjuangan menghormati dan menghargai karsa dan karya bukan bangsa asing namun bangsa diri sendiri masing-masing.

InsyaAllah, gelora semangat Kebanggaan Nasional akan mempersatupadukan bangsa-bangsa ASEAN demi bersama berjaya dalam menghadapi kemelut persaingan global yang sedang melanda planet bumi abad XXI. [***]

Penulis adalah penggagas Gerakan Kebanggaan Nasional dan pendiri MURI

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya