Berita

Kesehatan

Cegah Ketulian, Pemerintah Target Vaksinasi MR Ke Seluruh Indonesia

KAMIS, 16 MARET 2017 | 02:40 WIB | LAPORAN:

. Untuk mencegah ketulian dan gangguan pendengaran penduduk Indoensia, Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi Measles Rubella (MR) yang menggantikan vaksin Campak dapat mencakup seluruh Jawa pada tahun 2017 dan mencakup seluruh Indonesia pada tahun 2018.

"Wanita hamil yang terinfeksi virus rubela di awal kehamilannya memiliki 90% peluang untuk menularkan virusnya pada janin yang tengah dikandungnya. Dan setiap tahunnya, lebih dari 100.000 bayi terlahir di dunia dengan Congenital Rubela Syndrome (CRS) di mana salah satu gejalanya adalah ketulian," jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia Mohamad Subuh dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu, (15/3).

Kata Mohamad, kasus ketulian dan gangguan pendengaran yang sudah terlanjur terjadi atau memang tidak dapat dicegah, negara-negara maju telah melakukan langkah-langkah kuratif untuk meminimalisir dampaknya.


Studi Longitudinal Outcomes of Children with Hearing Impairment (LOCHI) menunjukkan intervensi dini efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa sejak dini pada tingkat populasi. Itu semua dilakukan pemerintah Australia dengan tujuan agar anak-anak yang terlahir tuli atau memiliki gangguan pendengaran dapat memiliki kemampuan bahasa yang sama dengan anak-anak lain sebayanya.

"Beda halnya dengan apa yang terjadi di negara kita. Hampir seluruh orangtua yang memiliki anak tuli atau dengan gangguan pendengaran masih harus menanggung semua beban yang terkait masalah pendengaran anaknya sendirian. Mereka harus membiayai pemeriksaan pendengaran, biaya pembelian, pemasangan dan perawatan hingga rehabilitasi anaknya sendiri," jelas Mohamad.

Ia berharap Workshop dan Seminar “Rehabilitasi Pendengaran dengan Pendekatan Auditory-Verbal Therapy (AVT)” di Aula Rumah Sakit Khusus THT – Bedah KL Proklamasi BSD, Tangerang Selatan, tanggal 15-17 Maret 2017 dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mempelajari lebih jauh tentang gangguan pendengaran.

"Seminar dan workshop ini bertujuan untuk mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan dan penanganan ketulian dan gangguan pendengaran pada masyarakat, khususnya orangtua," pungkasnya. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya