Berita

Nusantara

Alumni: Seminar Usulan Revisi UU KPK Di USU Menyakitkan!

RABU, 15 MARET 2017 | 11:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Exponen Alumni Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) menyesalkan langkah panitia kampus menggelar seminar yang bertujuan untuk merevisi UU30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

Seminar dengan bertajuk “Urgensi Perubahan UU 30/2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi” ini gelar di kampus USU pada Jumat (17/3) atas kerjasama kerjasama Badan Keahlian DPR dan Fakultas Hukum USU.
 
Alumni Fakultas Hukum USU, Hermawi Taslim mengaku menyesalkan langkah panitia menggelar acara tersebut. Pasalnya, selain mendapat cibiran dari para alumni, seminar itu juga digelar tepat pada Dies Natalies USU ke-63.


“Kami menyesalkan bahwa seminar tersebut diadakan bertepatan dengan Dies Natalis USU ke-63. Saya mendapat banyak pertanyaan dan complain dari rekan-rekan alumni yang intinya mempertanyakan bahkan menyesalkan sikap almamater mereka yang seolah-olah ingin menjadi ujung tombak merevisi UU KPK,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/3).

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) itu menilai, penyelenggaraan seminar revisi UU KPK tersebut penuh dengan tanya.

Ada dugaan bahwa USU digunakan sebagai awalan untuk membentuk opini atas perubahan UU KPK yang sedang digodok.
 
“Ini sunggung menyakitkan. Patut dicatat bahwa beberapa tahun terakhir ini ada sejumlah petinggi USU yang terlibat berbagai proyek korupsi. Dan terakhir, satu-satunya alumni FH USU di Kabinet Jokowi, Yasono Laoly yang saat ini menjabat sebagai Menhukham, juga disebut dalam dakwaan kasus e-KTP sebagai salah satu anggota DPR yang menerima uang,” tegas Taslim.
 
Menurut Taslim, FH USU memiliki tradisi yang dijunjung dengan kreativitas dan pemilihan topik seminar yang bebas kepentingan, terutama jika dikaitkan dengan Dies Natalis.

Sementara dalam seminar ini, muatan khusus dan kurang cerdas kental terasa. Ini karena tidak ada sensitif atas apa yang sedang beredar di masyarakat.
 
“Ada kepentingan yang bisa tercium di balik seminar itu. Saya meyakini usulan revisi dari DPR masih berkutat pada poin-poin lama yang sejak dulu sudah diajukan oleh DPR," ujarnya.

"Revisi UU KPK ini akan bermuara pada arah pelemahan KPK karena susbstansi perubahan yang sedang digodok dan ada dalam draft masih berkutut di sekitar poin-poin yang justru menjadi poin unggulan KPK,” lanjut Taslim.
 
Poin unggulan usulan DPR yang dimaksud Taslim adalah Dewan Pengawas, SP3, dan izin dalam penyadapan, yang merupakan alat utama KPK dalam bekerja.

"Jika usulan dari DPR disetujui, maka KPK akan lumpuh," pungkasnya.

Untuk diketahui, acara seminar itu diisi Wakil Ketua Baleg DPR-RI Firman Soebagyo, Ketua Badan Keahlian DPR-RI K Johnson Rajagukguk, Guru Besar FH USU Syafruddin Kalo, Dosen FH USU Faisal Akbar Nasution, dan Hamdan. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya