Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Bocoran Calon Kuat Dirut Pertamina Versi Arief Poyuono

SELASA, 14 MARET 2017 | 17:20 WIB | LAPORAN:

Kisruh calon direktur utama Pertamina (Persero) belum berakhir. Muncul isu kalau yang akan ditempatkan sebagai pengganti Dwi Soejipto adalah dirut PT Krakatau Steel Tbk (KS) yang masih aktif.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (SFP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono mengatakan, hal ini akan jadi blunder lagi karena filosofi jenis bisnis yang dipimpin dirut PT KS dengan Pertamina itu beda sekali.

"Menempatkan orang sebagai dirut Pertamina harus dipertimbangkan benar oleh pemerintah. Karena jika ternyata perolehan laba Pertamina anjlok dibanding tahun sebelumnya maka yang akan menanggung beban disesalkan oleh rakyat adalah pemerintah itu sendiri," ujar Arief.


Dia mengatakan, posisi dirut Pertamina boleh saja diisi oleh orang luar sepanjang orang tersebut punya leadership yang kuat, mampu memotivasi seluruh pekerja untuk bisa bekerja keras bersama-sama, dan mempersatukan direksi yang ada.

"Sebagai info A1 dari orang yang paling dekat Presiden Joko Widodo, Presiden sebenarnya menginginkan Pertamina dipimpin oleh orang yang berasal dari Legacy Pertamina sendiri yang memiliki prestasi tinggi," kata Arief.

Namun begitu, siapapun yang menjadi dirut, tegas Arief, dia punya kewajiban membuat Pertamina mampu terbukti meningkatkan laba besar dan mampu melayani ketersediaan minyak dan gas bagi rakyat.

Dirut Pertamina harus mampu mewujudkan satu harga BBM dan elpiji di seluruh wilayah Indonesia.
 
"Info yang ada, saat ini pilihan Pak Joko Widodo sudah di tangan ibu Menteri BUMN. Karena itu FSP BUMN Bersatu meminta pihak parpol dan elit politik yang dibeking mafia migas serta kelompok 'papa minta saham' Freeport, tolong jangan bermanuver dan memaksakan kehendak," ketus Arief.

Menurut Arief, biarkan Kementerian BUMN yang diberi tugas untuk mensupervisi Pertamina dan mencari orang yang pantas jadi dirut Pertamina untuk nantinya disampaikan ke Presiden Jokowi.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya