Berita

Arif Prabowo/Net

Bisnis

Telkom Tembus Global 500

SENIN, 13 MARET 2017 | 20:32 WIB | LAPORAN:

RMOL. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tercatat sebagai perusahaan telekomunikasi paling bernilai di Asia Tenggara saat ini.

Telkom yang memiliki brand value senilai US$ 4,33 miliar tersebut mempertahankan posisinya selama empat tahun berturut-turut dan pertama kalinya masuk Brand Finance Global 500 pada peringkat 393. Dengan posisi tersebut, Telkom menjadi perusahaan nomor satu di Indonesia.

Lembaga konsultan merek Internasional Brand Finance dalam laporan terbarunya yakni Brand Finance Telecoms 500, menyebutkan di antara perusahaan-perusahaan telekomunikasi dunia, posisi Telkom naik ke peringkat 40 dari peringkat 49 pada tahun 2016 lalu.


Telkom juga berhasil mempertahankan rating brand strength-nya tetap pada AAA-. Ini berarti  Telkom  mempertahankan pangsa pasarnya, meskipun mengalami banyak tekanan.

Telkom berhasil melampaui posisi emiten telekomunikasi papan atas di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, Singapore Telecommunications Ltd (SingTel) berada di posisi 50, naik dari 52 pada tahun lalu. SingTel memiliki brand value US$ 2,61 miliar dengan brand rating AA. Sementara itu, Philippine Long Distance Telephone Company (PLDT) menempati posisi 65, naik dari 67 pada tahun lalu. PLDT membukukan brand value US$ 1,85 miliar dan brand rating AA-.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan, saat ini Telkom tengah bertransformasi dan memperkuat posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital.

Hal tersebut diharapkan menjadi faktor kuat yang akan menambah kepercayaan dan kesetiaan pelanggan serta stakeholders lainnya.

"Membangun merek merupakan pekerjaan jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Telkom senantiasa melakukan inovasi meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap produk dan layanan yang diberikan,” kata Arif.

Metodologi yang digunakan Brand Finance untuk memvaluasi sebuah brand melibatkan performa keuangan sebagai aspek kuantitatif dan rating dari Brand Strength Index (BSI) sebagai aspek kualitatif.

Secara kuantitatif, Brand Finance menilai brand dengan pendekatan royalty relief.

Analisis yang dilakukan meliputi faktor input, yakni investasi di bidang pemasaran, brand equity, atau nilai goodwill, serta faktor output, yaitu dampaknya pada kinerja bisnis. Brand Finance menilai dan melakukan pemeringkatan brand serta mengukur seberapa kuat brand tersebut.
Brand yang dimasukkan di dalam peringkat ini terdiri dari corporate brand dan product brand.

Pada tahun buku 2016 Telkom membukukan triple double-digit growth dengan presentase pertumbuhan dua digit untuk  pendapatan, EBITDA dan laba bersih sepanjang 2016 dibandingkan tahun 2015.

Telkom berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 116,33 triliun atau tumbuh 13,5 persen, EBITDA sebesar Rp 59,50 triliun atau tumbuh 15,7 persen dan laba bersih sebesar 19,35 triliun atau tumbuh sebesar 24,9 persen dibandingkan tahun 2015. [sam]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya