Puluhan orang massa dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) ikut membaur dengan massa lain yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal (GNP) 33 UUD 1945 untuk mendukung pemerintah melawan pembangkangan PT Freeport Indonesia.
Wasekjen PRD Rudi Hartono mengecam keras keberadaan Freeport di Indonesia yang disebutnya hanya membawa kesengsaraan bagi rakyat Papua.
Freeport, kata dia, tak lebih dari hadiah dari era Orde Baru kepada Amerika untuk mengeruk keuntungan atas sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia yang sangat kaya.
"Indonesia itu negara kaya raya, ada emas minyak, tambang, nikel. Karena sangat kaya, sebetulnya kita tak punya syarat jadi negara miskin," seru Rudi di depan kantor Kementerian ESDM, Senin (13/3).
Indonesia, menurut Rudi, seharusnya tidak lagi berkutat pada masalah kemiskinan, pengangguran dan susahnya akses pendidikan bagi anak-anak. Namun karena kekayaan alam Indonesia diserap oleh asing terus menerus itulah kemiskinan dan kemelaratan masih jadi persoalan.
Rudi mengatakan, dibandingkan cukai rokok dan sumbangan devisi dari tenaga kerja Indonesia di luar negeri, kontribusi Freeport sangatlah kecil kepada Indonesia.
"Padahal Freeport mengelola tambang emas dan perak. Ditambah lagi, banyak sekali kerusakan sosial dan ekologi akibat kehadiran Freeport di Papua," urainya.
Ia juga mengecam keras jika ada suara yang menyebutkan kehadiran Freeport membawa keuntungan bagi Indonesia. Kehadiran Freeport, justru menurutnya hanya membawa kesengsaraan dan kerusakan di tanah Papua. Sebaran limbah bekas tambang terjadi dan mengancam kehidupan warga sekitaran tambang Freeport.
"Kalau bilang Freeport membawa keuntungan bagi bangsa Papua, mengapa Papua masih masuk lima besar provinsi termiskin," kritik dia
.[wid]