Menteri Koordinator (MenÂko) Perekonomian, Darmin Nasution, optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini bisa mencapai 5 persen. Capaian itu lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,9 persen.
Darmin mengaku, dirinya belum melihat data terbaru dari pergerakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2017. Namun, dia melihat, perekonomian pada awal tahun ini berjalan lebih baik ketimbang periode yang sama tahun 2016
"Saya kok melihat kuartal pertama itu (pertumbuhan) tidak jelek. Masih akan lebih baik dari kuartal pertama tahun lalu," kata Darmin di Jakarta, Jumat (10/03).
Hal tersebut, lanjut Darmin, bisa dilihat dari pergerakan ekspor pada awal tahun ini yang menunjukkan peningkatan. Selain itu, masa panen berjalan normal. Tahun lalu, panen munÂdur ke kuartal II.
Menurutnya, awal tahun ini ada sedikit persoalan pada sisi belanja. Dia melihat, anggaran pemerintah cenderung belum terbelanjakan signifikan. Namun demikian,belanja pemerintah tersebut akan tetap menjadi bagian faktor penting pendorong pertumbuhan.
"Pertumbuhan ekonomi kuarÂtal pertama akan banyak diÂtopang konsumsi masyarakat, konsumsi pemerintah, investasi, dan ekspor. Kalau semua itu digabung, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama nggak jelek," cetusnya.
Peneliti
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan memiliki proyeksi berbeda. Menurutnya, masa panen tahun ini tidak berbeda dengan tahun lalu.
"Seingat saya, musim hujan datang lebih lambat dibandingÂkan tahun-tahun sebelumnya," kata Sugiyono kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Dia mengamini konsumsi masyarakat tetap menjadi moÂtor pertumbuhan ekonomi. Tapi, pertanyaannya apakah kontribusÂinya sekuat sebelum-belumnya. Karena, ada kenaikan
adminisÂtered price (kenaikan tarif listrik dan STNK). Sugiyono juga tidak yakin belanja pemerintah akan mampu mengimbangi penuÂrunan konsumsi rumah tangga. Karena, belanja pemerintah juga masih rendah.
Selain itu, lanjutnya, pada kuartal pertama ini terjadi keÂnaikan harga pangan, dampak dari menurunya produksi perÂtanian akibat tingginya curah hujan.
"Kenaikan memang tidak secara mempengaruhi pertumÂbuhan. Tapi harus dilihat juga ada fakta daya beli menurun jika melihat rendahnya laju inflasi," terangnya.
Sugiyono memproyeksi perÂtumbuhan ekonomi kuartal I-2017 tidak jauhberbeda dengan periode yang sama tahun lalu, sekitar 4,9 persen. ***