Berita

Foto/Net

Bisnis

Proyek Infrastruktur Jangan Abaikan Perlindungan Sosial

KAMIS, 09 MARET 2017 | 09:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Koalisi Masyarakat Sipil un­tuk Pemantauan Pembangunan Infrastruktur mengingatkan pemerintah untuk tidak meng­abaikan perlindungan sosial dan lingkungan hidup dalam proyek-proyek infrastruktur.

Saat ini pemerintah tengah mengajukan pinjaman luar negeri untuk membiayai proyek tersebut. Koalisi khawatir pe­merintah bakal melakukan segala cara demi mendapatkan pinjaman itu.

Program officer Indonesian Legal Resource Center (ILRC) Siti Aminah, menuturkan saat ini utang Indonesia mencapai Rp 3.845 triliun. Sebagian be­sar berasal dari pinjaman luar negeri, terutama bank-bank pembangunan multilateral seperti Bank Dunia dan Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB).


Dia mencatat, di era Jokowi utang Indonesia meningkat tajam lantaran adanya pro­gram pemerintah membangun infrastruktur jalan, bandara, pelabuhan, dan proyek pendu­kungnya.

"Semua proyek tersebut diperkirakan membutuhkan dana Rp 5.519 triliun, pemerin­tah terus mencari sumber pem­biayaannya termasuk dengan mencari pinjaman luar negeri," katanya di Jakarta, kemarin.

Meski pembangunan in­frastruktur bakal mempercepat stimulus pembangunan ekonomi, namun pembangunan tersebut juga berdampak pada kepentingan masyarakat dan lingkungan hidup.

Aminah mencontohkan, da­lam National Slump Upgrading Project atau yang dikenal dengan Proyek Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), pemerintah menargetkan 269 kota bebas dari pemukiman kumuh. "Di sini ada potensi pemindahan paksa," ujarnya.

Jika didasarkan pada standar Bank Dunia, pemindahan di­bolehkan asal dilakukan tidak secara paksa, ditujukan agar kondisi hidup masyarakat men­ingkat, dan dilakukan dalam proses dialog. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya