Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Junjung Tinggi Harkat Dan Martabat Peradaban Bangsa

KAMIS, 09 MARET 2017 | 09:07 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI tengah suasana gersang penuh kebencian akibat pertempuran saling hujat dan saling fitnah antara kedua kubu pasangan calon yang akan berlaga di putaran dua pemilihan gubernur Jakarta 2017 mendadak terasa hembusan angin sejuk membelai.

Kedua paslon dengan cara masing-masing mengimbau para pendukungnya untuk berhenti melakukan serangan saling hujat dan saling fitnah.

Memang belum jelas apakah para pendukung akan mematuhi imbauan para palon yang didukung atau sama sekali tidak menggubris. Namun minimal ikhtiar para palon menghentikan pertempuran saling hujat dan saling fitnah sudah layak dihargai dan dihormati sebagai suatu upaya menjunjung tinggi harkat dan martabat peradaban bangsa Indonesia yang sedang dirongrong kemelut deru campur debu perebutan tahta kegubernuran Daerah Khusus Istimewa Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia, yang senantiasa menjadi barometer bahkan suriteladan terhadap semua daerah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika Jakarta bersin maka seluruh Indonesia demam.


Dan khusus di Jakarta ada sekelompok masyarakat yang dengan harap-harap cemas atau cemas-cemas harap menanti siapa yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur masa bakti 2017-2022.

Sekelompok masyarakat yang merasa paling terancam justru pada kebutuhan dasar yaitu tempat bermukim dan tempat mencari nafkah. Mereka adalah para rakyat miskin yang tidak berdaya melawan angkara murka penggusuran.

Sudah terbukti bahwa di tengah kemelut pertempuran perebutan tahta kekuasaan di Ibukota pihak yang ikut diseret untuk menjadi korban serangan hujat dan fitnah adalah rakyat miskin tergusur, serta mereka yang tidak tergusur namun sekadar berupaya membela hak-hak kaum miskin yang sebenarnya telah secara hitam-putih tersurat dan tertera di dalam UUD 1945 sebagai tanggung jawab negara.

Sungguh memprihatinkan bahwa rakyat miskin sudah tergusur masih dihujat bahkan difitnah sebagai perampas tanah negara, penghalang pembangunan, penyebab banjir, bahkan kriminal.

Sungguh memprihatinkan bahwa para pembela rakyat miskin sesuai Pancasila, UUD 1945, serta ajaran semua agama malah dihujat dan difitnah sebagai makelar tanah, pelestari kemiskinan, penjual kemiskinan, pemberontak melawan kebijakan pemerintah, dan komunis.

Sungguh memprihatinkan bahwa para penggusur yang melanggar hukum, HAM, Agenda Pembangunan Berkelanjutan, Kontrak Politik Ir. Joko Widodo dengan rakyat miskin, Pancasila serta nurani kemanusiaan malah bukan saja dibiarkan namun bahkan dibenarkan dan didukung.

Insya Allah, imbauan para palon agar dalam semangat berkampanye para pendukung masing-masing untuk tidak saling menghujat dan memfitnah bukan hanya terbatas berlaku terhadap pihak lawan perebutan tahta kegubernuran DKI Jakarta namun juga berlaku terhadap rakyat miskin dan para pejuang kemanusiaan yang berupaya membela hak asasi rakyat miskin.

Marilah kita berhenti saling hujat dan saling fitnah demi bersatupadu dalam perjuangan menjunjung tinggi harkat dan martabat peradaban bangsa Indonesia. [ian]

Penulis adalah pembelajar kemanusiaan

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya