Berita

Joseph R Donovan/Net

Bisnis

Dubes Amrik Blusukan Di Bumi Cenderawasih

Temui Gubernur & Kapolda
KAMIS, 09 MARET 2017 | 08:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R Donovan melakukan blusukan ke Papua sejak Senin (6/3). Kegiatan yang dilakukannya antara lain menemui Gubernur Papua Lukas Enembe dan Kapolda Kapolda Irjen Pol Waterpauw.

Pertemuan dengan Waterpauw digelar kemarin. Pertemuan ber­langsung tertutup kurang lebih satu setengah jam.

Usai pertemuan, Donovan mengaku menemui Kapolda untuk menyampaikan apresiasinya atas pengamanan yang diberikan kepolisian terhadap warga AS di Papua.


"Kami telah melakukan pemantauan sejak Freeport merumahkan sebagian para pekerjanya. Memantau kesela­matan warga negara merupakan salah satu prioritas," ungkap Donovan seperti dikutip dari media online.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal menerangkan, pertemuan dengan Donovan membahas banyak hal, antara lain geografi, demografi, keamanan, pilkada, dan situasi terkini di pertambangan PTFI.

Menurutnya, Dubes AS tersebut sempat menanyakan tentang jumlah kelompok ber­senjata dan kelompok separatis politik.

Dia menerangkan, keamanan di Papua belum seluruhnya aman. Di beberapa wilayah pedalaman khususnya di pegu­nungan tengah masih terdapat kelompok bersenjata yang sering mengganggu aparat keamanan baik Polri maupun TNI dan warga sipil. Namun demikian, Kamal menegaskan, pihaknya siap mengamankan warga negara AS yang bekerja di pertambangan Freeport.

Sementara itu pertemuan dengan Gubernur Papua Lukas Enembe dilakukan satu hari sebelumnya.

Pertemuan dengan Lukas juga dilakukan tertutup. Usai pertemuan, Donovan menyampaikan harapannya agar sengketa PTFI dengan pemerin­tah Indonesia segera mencapai kesepakatan terbaik untuk kedu­abelah pihak.

"Kami akan melakukan pe­mantauan agar pihak pemerintah Indonesia dan Freeport terus membuka komunikasi bersama sehingga bisa mencapai kesepakatan yang menguntung­kan kedua belah pihak," kata Donovan.

Menurutnya, solusi terbaik akan memberikan sinyal positif kepada investor asing di masa akan datang di Indonesia. Solusi akan menunjukkan Indonesia memiliki daya saing tingkat global. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya