Berita

Foto: RMOL

Bisnis

RI-Korea Business Summit Tarik Investor

RABU, 08 MARET 2017 | 17:46 WIB | LAPORAN:

Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai ujung tombak pencari investor terus gencar menarik investor baik dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak perekonomian di dalam negeri agar tidak terdampak dari pelemahan ekonomi global.

Pemerintah pun semakin sering menggelar pertemuan-pertemuan dengan para investor. Salah satunya Indonesia-Korea Business Summit pada 14 Maret 2017 mendatang. Dalam pertemuan ini, BKPM dan salah satu media utama Korea Selatan, Chosunilbo akan menjadi host bersama.


"Pertemuan Indonesia-Korea Business Summit merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo tahun lalu, untuk menjajaki investasi dengan Korea Selatan," kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong di kantornya, Rabu (8/3).

Lembong menjelaskan, sektor ekonomi kreatif akan menjadi salah satu unggulan yang ditawarkan oleh pemerintah untuk menarik investasi dari Korea Selatan.

"Karena industri kreatif ini terus berkembang, semua perubahan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga, sektor industri kreatif yang akan paling banyak dibahas dalam pertemuan dengan Korea pekan depan," katanya.

Selain ekonomi kreatif, pemerintah juga mengalokasikan sesi khusus untuk membahas mengenai sektor industri manufaktur, energi, dan pariwisata serta konektivitas transportasi udara.

"Industri manufaktur masih menjadi sektor utama investasi dari Korea Selatan di Indonesia. Kontribusi sektor manufaktur mencapai mencapai 71 persen, sektor pertambangan 12 persen, listri, gas dan air enam persen, serta perdagangan tiga persen," ujar Lembong.

Pertemuannya sendiri digelar pada 14 Maret 2017 di Hotel Shangri-La, Jakarta yang dihadiri 500 lebih peserta, masing-masing 365 delegasi Korea dan 150 delegasi Indonesia.

"Ada beberapa pembicara yang telah kami siapkan di antaranya adalah Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Wakil Menteri ESDM, Menteri Perdagangan Industri dan Energi Korea Selatan, CEO Kotra dan perusahaan-perusahaan top konglomerasi Korea Selatan dan swasta nasional," urai Lembong.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya