Berita

Foto/Net

Bisnis

Jelang Puasa, BBM Diharapkan Tak Naik

RABU, 08 MARET 2017 | 09:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah tengah melakukan evaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) untuk menetapkan harga periode April hingga Juni.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja masih menyimpan rapat-rapat hasil proyeksinya. Menurutnya, penghitungan belum selesai.

"Evaluasi selesai pada tanggal 15 Maret. Nanti saya laporan dulu pak menteri, baru boleh di-share," kata Wirat kepada wartawan di Jakarta, kemarin.


Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015 harga bahan bakar minyak (BBM) penugasan dievaluasi setiap tiga bulan. Saat ini harga solar bersubsidi Rp 5.150 per liter dan premium penugasan Rp 6.450 per liter.

Wirat menerangkan, dalam menetapkan harga, pihaknya memperhatikan harga acuan di bursa Singapura atau mean of plats Singapore (MOPS), harga minyak dunia, dan nilai tukar Dolar AS dengan kurs beli Bank Indonesia (BI) selama tiga bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menghi­tung, berdasarkan asumsi MOPS 50 dolar AS, kurs Rp 13.100, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen dan Pa­jak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, harga solar akan naik sekitar Rp 200-250 per liter. Tetapi, untuk premium, dengan MOPS 52 dolar per barel dan kurs Rp 13.100, tidak ada kenaikan harga. arena, harga minyak mentah dunia saat ini berkisar 52-57 dolar AS per barel hingga tiga bulan ke depan.

"Melihat kondisi sekarang di mana dalam waktu 1,5 bulan lagi akan memasuki bulan puasa dan Idul Fitri sudah sepantasnya pemerintah menunda kenaikan harga BBM," harapnya.

Jika harga BBM naik, lan­jutnya, biaya transportasi dan harga pangan akan mengalami kenaikan. Hal tersebut akan membebani masyarakat karena kebutuhan pada bulan puasa biasanya tinggi. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya