Badan Urusan Logistik (Bulog) diminta untuk segera melakukan pembelian gabah hasil panen petani. Pembelian ini penting untuk selamatkan harga gabah petani yang saat ini anÂjlok di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).
"Kami minta Bulog segera turun lapangan. Sesuai instruksi Presiden, beli gabah sesuai HPP," tegas Menteri PertaÂnian Andi Amran Sulaiman saat dialog bersama petani di Desa Tritunggal, Kec. Babak, Jawa Tengah, kemarin.
Amran mengaku dua bulan ini akan keliling seluruh IndoÂnesia untuk pastikan tak ada lagi petani yang menjerit karÂena harga gabah jauh di bawah HPP. Amran juga memastikan pemerintah betul-betul hadir di tengah-tengah petani.
"Jadi Bulog tolong beli gabah petani Rp 3.700/kg, itu sudah perintah. Namun dengan cataÂtan seluruh Kepala Desa hadir. Saudara tolong menjadi agen Bulog. Kalau temukan gabah, kirim ke Bulog dengan cara apa pun. Perintah Bapak Presiden, Perpres dikeluarkan agar peÂmerintah bisa hadir di tengah masyarakat," katanya.
Tidak hanya itu, Amran juga meminta Babinsa (Bintara PemÂbina Desa Babinsa) untuk turun pastikan Bulog beli gabah petani sesuai HPP. Bagi Amran, BabinÂsa ini perlu dilibatkan karena persoalan gabah sudah termasuk persoalan harga diri bangsa.
Pemerintah, lanjut dia, meÂnargetkan dalam dua bulan ini Bulog harus mampu beli gabah petani sebanyak 4 juta ton. Jika target ini terpenuhi, Amran optiÂmistis tidak akan ada lagi cerita impor hingga Tahun 2019.
"Kalau bisa penuhi 4 juta ton sampai 6 bulan ke depan, kami yakin 2019 tak ada lagi impor sampai seterusnya. Yang penting kerja-kerja-kerja," katanya.
Bagi Amran, target ini hanya bisa terpenuhi jika ada kemauan dari seluruh pihak, termasuk Babinsa. Amran tegaskan, suÂdah menjadi tekad pemerintah melayani masyarakat. "Jangan ada lagi petani berteriak. Tiga bulan kita buat posko. Tolong kita bahu-membahu. Sekarang kita tidak impor karena kerja keras kita," tambah dia.
Di tempat yang sama, Direksi Bulog Wahyu Suparyono menilai masalah serap gabah ini adaÂlah masalah kecil. Selama ada regulasinya, tidak ada masalah bagi Bulog dalam menyerap gabah, berapa pun harga yang diinginkan petani.
"Kami ini hanya operator. Kalau ada perintah serap gabah kami turun dengan catatan seÂsuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Wahyu menjelaskan, kesepakÂatan pembelian gabah atau beras petani harus berdasar Inpres NoÂmor 5 Tahun 2016. Dalam inpres tersebut disebutkan bahwa HPP untuk gabah kering giling Rp 3700/kg, adapun untuk beras Rp 7300/kg. Adapun persentase kadar air untuk gabah maksimal 25 persen sementara beras makÂsimal 12 persen.
"Kalau lebih dari 12 persen seperti kadar air 20 persen untuk beras tidak mungkin. Karena nanÂti bisa cepat busuk," jelasnya.
Dia pun meminta para petani memperhatikan masalah kadar air. Sebab di luar ketentuan yang diatur, Bulog akan kesulitan melakukan pembelian. "Ada BPK nanti," jelasnya.
Wahyu menegaskan, telah menyiapkan dana langsung ke jajarannya untuk membeli gabah dan beras langsung ke petani. "Jadi syarat Bulog harus siapkan uang agar spekulan dan pemain-pemain gelap sirna dari bumi bangsa Indonesia," tegasnya.
Wahyu menegaskan, pihaknya siap memenuhi target penyÂerapan gabah nasional sebesar 4 juta ton. Dia pun memastikan akan menindak aparatnya yang terlibat dalam permainan harga gabah dan menolak membeli gabah dan beras milik petani.
"Jadi Bulog sangat menduÂkung ketahanan pangan mandiri yang bebas dari impor," tambah dia. ***