Berita

Juliari Batubara/net

Bisnis

Wirausaha Baru Dipersulit Pembiayaan, Dilindas BUMN

SELASA, 07 MARET 2017 | 15:00 WIB | LAPORAN:

Kaum wirausahawan baru masih sering mendapatkan kendala untuk  berekspansi. Salah satu penyebab utamanya adalah pembiayaan yang syaratnya sangat berat.

"Syarat-syarat yang terlalu berat untuk mendapatkan pinjaman dari bank masih merupakan kendala utama bagi wirausaha baru," kata anggota Komisi VI DPR RI, Juliari Peter Batubara, kepada wartawan di DPR, Jakarta, Selasa (7/3).

Politikus yang juga menjabat Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan ini menilai, usaha Kementerian Perindustrian menciptakan 5000 wirausaha baru dan pengembangan 1200 sentra Industri Kecil Menengah (IKM) pada tahun ini adalah target ideal.


Tetapi yang perlu diketahui adalah apa dan bagaimana kendala yang akan dihadapi. Juliari menawarkan solusi, lebih baik pemerintah menunjuk satu atau dua bank BUMN yang berhak menyalurkan pinjaman ke IKM dengan bunga lebih lunak dan persyaratan mudah. Bila perlu Otoritas Jasa Keuangan menyesuaikan peraturannya untuk mengakomodasi hal ini.

"Saya kira solusinya seperti itu, supaya wirausaha baru semakin tumbuh dan berkembang," kata putra sulung tokoh PDIP, AP Batubara, ini.

Juliari pun mengkritik BUMN-BUMN yang saat ini terkesan menjadi konglomerasi baru dengan cara mengambil bisnis mulai dari hulu ke hilir. Tentu saja hal itu tidak sesuai dengan konstitusi.

"BUMN tidak  perlu merambah ke semua bisnis, bahkan modusnya yaitu dengan mendirikan anak perusahaan hingga cucu perusahaan untuk masuk ke bisnis baru yang sebenarnya bisa diserahkan ke swasta," pungkas Ari. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya