Para kontraktor atau pengembang jalan se Asia dan Australia akan berkumpul di Bali dalam pertemuan 15 th Road Engineering Association of Asia and Australasia (REAAA) Conference 2017 and IRF (International Road Federation) Global Road Summit.
Presiden REAAA sekaligus Ketua Dewan Penasehat Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI), Hermanto Dardak menjelaskan, pertemuan tingkat dunia ini bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta IRF.
Forum ini akan menjadi wahana katalisator bertukar pengalaman, teknologi dan perspektif negara-negara di dunia perihal pengembangan jalan yang ramah lingkungan (green construction).
"Temanya Roads for Better Living. Jadi ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dan ditekankan pengalaman yang dilakukan di berbagai negara," terang Hermanto di Kantor HPJI, Jakarta, Selasa, (7/3).
Semua masalah-masalah teknis, menentukan solusi atau berbagai praktik yang berhasil di berbagai negara akan dibahas dalam forum itu. Tujuannya menekan angka kecelakaan,
"Teknologi menjadi penting karena kita menyadarkan kita akan kapasitas jalan atau untuk meningkatkan kapasitas jalan. Kalau ada kemacetan di suatu tempat, tidak lewat di ruas tersebut. Teknologi sudah tersedia untuk kita terapkan, tinggal aplikasi mana yang akan kita tingkatkan," urai Hermanto.
Pertemuan ini berlangsung tanggal 22-24 Maret 2017 di Bali.
[wid]