Berita

Nusantara

BNPB: Korban Tewas Akibat Longsor Di Limapuluh Kota Jadi 6 Orang

SENIN, 06 MARET 2017 | 06:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat telah mengakibatkan sebanyak 6 orang dikabarkan tewas dan 2 lainnya mengalami luka berat.

Begitu laporan terakhir yang didapat dari tim di Posko Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, sebagaimana dirilis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (6/3).

"Jumlah korban bertambah dengan adanya laporan dari lapangan. Posko Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota melaporkan (ada tambahan) 2 orang meninggal dunia dan 2 luka berat akibat banjir dan longsor," kata Sutopo.


Sementara itu, ruas jalan nasional penghubung Sumatera Barat dan Riau sudah dibersihkan dari material longsor. Meski demikian, jalan itu belum bisa sepenuhnya dilalui karena masih ada bagian yang memerlukan perbaikan.

Sedangkan pemadaman listrik juga masih dilakukan.

"Longsor menyebabkan beberapa instalasi milik PLN rusak dan akibatnya 117 gardu listrik terpaksa dipadamkan serta 14.657 pelanggan PLN tak teraliri listrik. Perbaikan jaringan listrik terkendala pada jalan yang rusak dan tertimbun longsor," ujarnya.

BNPB, lanjut Sutopo, telah menyerahkan bantuan dana Rp 500 juta untuk operasional penanganan darurat kepada BPBD Kabupaten Limapuluh Kota.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat, mobil tanki air, makanan siap saji, air bersih, peralatan rumah untuk membersihkan lumpur, dan obat-obatan," pungkasnya.

Adapun keenam korban tewas yang berhasil diidentifikasi BNPB antara lain:

1. Doni Fernandes, usia 33 tahun, karena tertimbun longsor
2. Teja, usia 19 tahun, karena tertimbun longsor
3. Yogi Saputra, usia 23 tahun, karena tertimbun longsor
4. Karudin, usia 25 tahun, karena tertimbun longsor
5. Muklis, usia 45 tahun, karena hanyut banjir
6. Bayi, usia 2 hari, karena terendam banjir. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya