Berita

Gede Pasek Suardika/Net

Politik

KONFLIK HANURA

Ketua DPP Gemura: Gede Pasek Tak Tahu Diri

MINGGU, 05 MARET 2017 | 12:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Ketua Umum Bidang Internal DPP Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) Samiyanto Athar menilai pernyataan Wakil Ketua DPP Partai Hanura Gede Pasek Suardika yang menyebut Gemura bukan lagi organisasi otonom (ortom) Partai Hanura, tidak berdasar.

Samiyanto bahkan menyerang balik Pasek dengan menyatakan mantan politisi Partai Demokrat itu sebagai imigran politik yang tak tahu diri, bertindak bukan sebagai tamu di rumah besar Hanura selaku rumah Gemura.

"Gemura berdiri sebelum Hanura ada dan merupakan ortom pertama yang bergabung di Hanura. Keputusan untuk berafiliasi atau mencabut afiliasi bukan keputusan orang perorang tapi melalui mekanisme organisasi," kata Samiyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (5/3).


Pasek yang baru sebulan bergabung di Hanura mengatakan dicoretnya keterkaitan Gemura dengan Partai Hanura sejak sebulan lalu karena ketua umumnya maju menjadi caleg dari partai lain. Selain itu, mayoritas anggota Gemura meminta agar Gemura dikeluarkan dari ortom karena telah disalahgunakan untuk kepentingan oknum pimpinannya.

Samiyanto mengatakan Ketua Umum Gemura Oktasari Sabil tidak pernah menjadi caleg dari partai lain. Dua kali pemilu, tahun 2009 dan 2014, Oktasari maju menjadi caleg dari Hanura. Pada pemilu 2009 dia mendulang suara signifikan di dapil Papua Barat, dan 2014 memperoleh suara tertinggi di Papua.

"Gede Pasek baru bergabung dan dilantik oleh Hanura sebagai pengurus pada tanggal 22 Februari, sementara keputusan mengeluarkan Gemura dinyatakan sebelum dia dilantik. Sangat tidak masuk akal," kata Plt Ketua DPD Gemura DKI ini.

Sebagai mantan kader Demokrat dan sampai saat ini menjabat sekjen Partai Persatuan Nasional (PPN), Gede Pasek seharusnya sudah sangat paham mekanisme tatacara dalam rekrutmen kader dan organisasi sayap maupun ortom. Akibat ketidakpahaman, Samiyanto mengingatkan, Pasek bisa bernasib sama seperti di Demokrat dulu, yakni dipecat secara tidak hormat.

"Gede Pasek sepertinya belum baca apalagi memahami pedoman, AD/ART dan  ajaran serta falfasah yang dianut Hanura sebagai partai organik berdasarkan hati nurani bukan bergaya premanisme dan membawa budaya konflik di partai dia sebelumya.

Dia juga menuturkan, sebagai pendatang baru, anak kost alias imigran politik yang masuk di partai Hanura, Pasek seharusnya beradaptasi bagaimana bertindak selaku tamu yang masuk di rumah besar Hanura selaku rumah Gemura.

"Sungguh Hanura akan amat sangat kehilangan kepercayaan rakyat jika model Gede Pasek yang tak tahu diri ini dipelihara oleh Hanura, karena masuk rumah orang lain langsung membuat kegaduhan dan konon berani mengeluarkan kader yang sejak Hanura berdiri ikut memperjuangan dengan berdarah-darah," tukasnya.

Seperti diketahui, internal Hanura bergejolak sejak Gemura yang merupakan ortom partai menyatakan dukungan pada pasangan cagub DKI Anies Sandi dan berlawanan dengan induk partainya yang mendukung Ahok-Djarot.

Pada putaran pertama, Gemura mendukung pasangan Ahok-Djarot. Alasan perubahan dukungan tersebut sesuai dengan keinginan mayoritas anggota Gemura. Sebab, mayoritas program paslon Anis-Sandi dianggap lebih mewakili anggota Gemura yang mayoritas muslim.[wid]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya