Berita

Salman bin Abdulaziz Al-saud/Net

Jaya Suprana

Marilah Kita Kembali Ke Alam Nyata

MINGGU, 05 MARET 2017 | 07:26 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KUNJUNGAN Sri Baginda Raja Salman bin Abdulaziz al Saud  ke Indonesia dengan membawa rombongan kenegaraan dalam jumlah terbesar yang pernah resmi berkunjung ke Indonesia, sejenak membawa suasana gemerlap yang benar-benar beda dari kenyataan kehidupan di Indonesia.

Memang kunjungan Raja Arab Saudi yang ke Tujuh pimpinan wangsa Saud de facto benar-benar spektakular sebab melibatkan sekitar 1.500 anggota delegasi termasuk 25 pangeran serta 10 militer dan lebih dari 100 personal keamanan.

Raja Salman dan rombongan datang di Bandara Halim Perdanakusuma dengan menggunakan enam pesawat terbang Kerajaan Arab Saudi serta sebuah pesawat militer transpor Lockheed C-130 Hercules untuk mengangkut kargo seberat 506 ton, dua limusin Mercedes-Benz S600 dan dua unit elevator berlapis emas yang khusus disediakan bagi Raja Salman untuk turun dari pesawat kerajaan Arab Saudi ke bumi Indonesia.


Sebuah perusahaan kargo Indonesia mengerahkan 572 pekerja khusus untuk mengangkut tak terhitung koper para anggota delegasi kerajaan Arab Saudi. Konon biaya yang dibayar untuk kamar suite hotel di mana Raja Salman bermalam di Jakarta adalah sekitar Rp 120 juta per malam.

Tidak diketahui berapa harga kamar suite di mana para pangeran dan menteri Arab Saudi bermalam di Jakarta. Namun jelas segenap biaya tentu tidak berarti bagi kemahakayarayaan keluarga besar Saudi yang diduga meliputi jumlah sekitar 1,4 bukan biliun tetapi triliun bukan rupiah tetapi dolar bukan Hongkong  tetapi Amerika Serikat. Maka selama beberapa hari delegasi Raja Salman memang sempat sejenak menghadirkan suasana impian serba gemerlap ke ibukota Republik Indonesia.

Setelah Raja Salman dan para  pengiringnya terbang untuk berlibur ke Pulau Dewata maka marilah kita terbangun dari impian alam dongeng 1001 malam untuk kembali ke alam nyata Nusantara masa kini.  Masih banyak yang perlu kita bersama lakukan di alam nyata kehidupan bangsa Indonesia..

Marilah kita berhenti meyakini bahwa rakyat miskin adalah tumbal pembangunan. Marilah kita bergotong royong melanjutkan pembangunan infra struktur tanpa mengorbankan lingkungan alam, budaya, sosial dan rakyat dengan tidak melanggar hukum, HAM, Agenda Pembangunan Berkelanjutan dan Pancasila.  

Marilah kita bersama sadar bahwa jurang kesenjangan sosial di persada Nusantara masa kini  bukan makin mengecil namun malah makin membesar. Marilah kita bersama jangan mengingkari kenyataan bahwa setelah pada 17 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia ternyata masih begitu banyak sesama rakyat belum  menikmati nikmat kemerdekaan.

Marilah kita bersama berhenti memecah belah bangsa kita sendiri dengan masing-masing merasa diri  sendiri paling benar. Marilah kita bersama berhenti saling curiga dan saling benci demi menghindari perangai saling hujat, saling fitnah, saling kriminalisasi.

Marilah kita bersama berikhtiar untuk senantiasa saling mengerti, saling menghormati dan saling menghargai dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika demi menjunjung tinggi sila-sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam melanjutkan perjalanan perjuangan mengejawantahkan cita-cita terluhur bangsa yaitu masyarakat adil dan makmur.[***]

Penulis adalah rakyat Indonesia



Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya