Berita

Nusantara

Banjir Dan Longsor Melanda Limapuluh Kota, 8 Orang Tewas Tertimbun

SABTU, 04 MARET 2017 | 03:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Kapubaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat masih terus berlangsung hingga Jumat (3/3) malam. Ini mengingat hujan deras yang terjadi sejak Kamis (2/3) masih terus mengguyur wilayah tersebut.

Begitu kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi.

"Saat ini  terdapat 12 titik banjir di 7 kecamatan dengan titik tertinggi dan terparah mencapai 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan akibat meluapnya sungai Maek. Jalan negara yang menghubungkan Sumbar-Riau terputus karena ada 9 titik lokasi kongsor di wilayah Pangkalan," ujarnya.


Sementara itu, sebanyak 8 mobil tertimpa longsor di kilometer 17 Koto Alam, Pangkalan atau jalan yang menghubungkan Sumbar dan Riau.

"Sementara diketahui 4 orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut," lanjut Sutopo.

Saat ini  tim gabungan yang terdiri dari BPBD Limapuluhkota bersama Polisi (Brimob), TNI, Basarnas, PLN, Dinas Sosial, Dinkes, Relawan berupaya membersihkan material longsor untuk menuju Kecamatan Pangkalan yang terdampak banjir.

Pencarian dan evakuasi korban 8 mobil yang tertimpa longsor di KM 17 Koto Alam Kec. Pangkalan juga terus dilakukan.

"BPBD limapuluhkota juga telah menghubungi BPBD Kab. Kampar Riau untuk membantu penanganan banjir di Pangkalan dengan berusaha masuk melalui Riau tapi tidak dapat tembus juga karena terhalang longsor," sambungnya.

"Logistik dan bantuan perahu karet untuk evakuasi belum bisa masuk ke wilayah Pangkalan karena terhalang 3 titik longsor besar lagi yang harus dibersihkan. BPBD Sumbar juga telah mengirim 1 unit perahu, tapi masih tertahan longsor bersama tim gabungan," lanjut Sutopo.

Adapun kondisi terkini di lapangan yang dapat disampaikan BNPB antara lain, terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah yang terkena banjir, beberapa daerah mengalami blank spot sinyal, dan pendataan warga terdampak banjir terutama di Pangkalan belum dapat dilakukan dengan maksimal karena belum dapat tembus ke lokasi.

"Sehingga data jumlah KK/jiwa terdampak belum dapat terlaporkan," pungkasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya