Berita

Presiden Jokowi-Raja Salman/Net

Politik

Kunjungan Raja Salman Diharapkan Bisa Pererat Hubungan RI-Arab Saudi

KAMIS, 02 MARET 2017 | 07:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kedatangan Raja Arab Saudi Raja Salman bin Abdulazis Al-Saud ke Indonesia diharapkan bisa mengubah perekonomian Tanah Air sehingga bisa lebih maju.

Dengan kedatangan Raja Salman ini bisa menumbuhkan hubungan emosional yang sudah terbangun di tengah pasang surut dukungan diplomasi antara RI-Arab Saudi.

"Kedatangan kembali Raja Arab setelah kurun waktu 47 tahun diharapkan menjadi bisa lebih memperkuat dan mempererat hubungan kedua bangsa," kata Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, Kamis, (2/3).


Siang ini, Raja Salman diagendakan hadir di gedung DPR, Senayan, Jakarta, untuk menyampaikan pidato kenegaraan.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, kerja sama yang telah dibangun oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintahan RI yaitu di bidang minyak yang berada di Cilacap Jawa Tengah, lalu di bidang industri yang terkait dengan kemajuan teknologi transportasi. Selain itu bidang parawisata,contohnya daerah Bali yang sudah dilirik oleh banyak warga Timur Tengah, yang sebelumnya hanya melirik Malaysia.

"Kehadiran Raja Salman ke Indonesia bisa berpotensi untuk mengembangkan pariwisata Bali ke negara-negara di Timur Tengah seingga makin terbuka dan bisa menjadi salah satu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan," harapnya.

Tidak hanya itu, Wakil Ketua DPR Koordinator Ekomoni dan Keuangan ini mengatakan bahwa kunjungan Raja Salman dan rombongan ke Indonesia tidak hanya menjadi kunjungan seremonial semata-mata. Justru ia berharap sebagai pintu masuk dan bisa ditindaklanjuti oleh masing-masing kementerian terkait.[rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya