Berita

Foto/Net

Kesehatan

Kemenkes Kudu Gerak Cepat Cegah Wabah Flu Burung

SABTU, 25 FEBRUARI 2017 | 23:35 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago meminta pemerintah waspada terhadap kabar merebaknya wabah flu burung di Bandung. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus segera turun agar masyarakat tidak resah.

Kabar adanya wabah flu burung ini sudah muncul sejak awal bulan lalu. Selama sebulan terakhir, sudah ada 2.200 ekor itik mati mendadak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat Doddy Firman Nugraha mengatakan, hasil pemeriksaan rapid-test menunjukkan itik-itik itu positif virus flu burung. Pemeriksaan laboratorium dengan uji PCR juga memperlihatkan hasil positif virus flu burung. "Ini kasus pertama tahun 2017," katanya.

Menurut Irma, kondisi ini harus disikapi serius. Kemenkes tidak boleh terlambat dalam mengantisipasi, sebab virus flu burung sangat mematikan. Selain itu, virus yang juga dikenal dengan nama H5N1 tersebut sangat gampang menular dari satu orang ke orang lain.


"Kemenkes harus investigasi dulu ke Bandung, menurunkan tim ke sana apakah betul itu wabah flu burung atau bukan. Kalau benar itu wabah flu burung, maka harus segera ditetapkan sebagai kondisi luar biasa. Maka, harus segera dilakukan isolasi agar wabah itu tidak menyebar ke mana-mana," terang politisi Nasdem ini, Sabtu malam (25/2).

Kata Irma, Kemenkes juga harus ekstra waspada karena sudah ada berita beberapa orang meninggal karena flu burung di China. Sepanjang Januari 2017, dilaporkan 79 orang meninggal negeri tirai bambu itu akibat flu burung. "Jadi, memang harus ekstra waspada. Jangan sampai kejadian seperti di China melanda di kita juga," imbuhnya.

Untuk antisipasi tersebut, lanjut Irma, Kemenkes bisa melakukan langkah seperti saat mengantisipasi wabah antraks di Kulonprogo, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Saat itu, pemerintah dengan cepat mengevakuasi ternak-ternak yang terinfeksi antraks dan mengisolasi kandang-kandangnya. Dengan langkang cepat itu, penularan antraks kepada manusia dapat dicegah.

"Saat itu, Dinas Peternakan setempat juga menetapkan sebagai kondisi luar biasa, sehingga wabahnya tidak menyebar. Maka, untuk kabar flu burung ini, hal yang sama perlu dilakukan," ucapnya.

Irma juga meminka Kemenkes segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan di masing-masing daerah. Tujuannya, agar Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan itu melakukan sosialisasi yang matang kepada masyarakat bahwa unggas-unggas yang diternakkan masyarakat harus sehat.

Selama ini, lanjut Irma, kesadaran masyarakat mengenai hal itu masih sangat kurang. Masih banyak kandang unggas yang jorok dengan pembuangan kotoran yang sembarangan. Kondisi ini jelas dapat menumbuhkan bibit-bibit penyakit.

Kata Irma, masyarakat juga belum memiliki kesadaran untuk menempatkan lokasi peternakan dan pemotongan unggas yang jauh dari perumahan. Selama ini, masih sangat banyak lokasi ternak yang ada di dalam pemukiman.

"Untuk lokasi pemotongan, bahkan dilakukan di dalam lokasi perumahan. Ini kan bahaya. Harusnya tidak boleh lagi. Agar saat ada virus tidak terlalu cepat menyebar dan kontak dengan manusia bisa diihindari," terangnya.

Meski harus hati-hati, Irma juga meminta masyarakat umum tidak terlalu khawatir dalam memakan ayam. Jika ayam yang dikonsumsi itu sehat dan dimasak dengan baik, tidak akan ada penyakit. "Visrus flu burung itu kalau dimasak dengan suhu tinggi akan mati," tandasnya. [rus]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya