Berita

Nusantara

Narbo Dorong Pengelolaan Sumber Daya Air Secara Terpadu

RABU, 22 FEBRUARI 2017 | 16:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Network of Asia River Basin Organization (Narbo), yang merupakan jaringan kerja sama antar badan pengelola sungai (River Basin Organization) di Asia, terus menggalakkan kegiatan dalam upaya mewujudkan pengelolaan sumber daya air secara terpadu.
 
Dalam agenda General Meeting NARBO ke-6 yang berlangsung selama tiga hari, yakni 22-24 Februari di Purwakarta dan Jakarta, salah satu agendanya adalah field visit ke Perum Jasa Tirta II, di Purwakarta dengan mengunjungi Hutan Narbo (Narbo Forest), hutan yang dibuat oleh Narbo pada tahun 2006 lalu. Setelah dari Hutan Narbo, kemudian delegasi dari 72 anggota Narbo yang terdiri dari 15 negara berkunjung ke Waduk Ir. H. Djuanda, di Jatiluhur.
 
"Hutan Narbo merupakan salah satu wujud kepedulian Narbo dan Perum Jasa Tirta II dalam menggalakkan program pemerintah saat ini yaitu Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA)," kata Direktur Utama Perum Jasa Tirta, Djoko Saputro saat pembukaan general meeting Narbo ke-6 di kawasan hutan Narbo, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat (Rabu, 22/2).


Di Indonesia, sambung Djoko, Narbo dipercayakan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang selanjutnya mengelola hutan Narbo melalui Perum Jasa Tirta II. Wilayah hutan Narbo ini juga sangat strategis serta vital karena kawasannya menyatu dengan Tanggul Ubruk, Jatiluhur sebagai bendungan terbesar di Asia.

"Perum Jasa Tirta II sebagai perusahaan pengelola air mengejawantahkan kepercayaan melakukan konservasi lingkungan hutan dan air dengan mengelola hutan Narbo sejak 2006," ujar Djoko.

Djoko menambahkan, Hutan Narbo ini wujud dari komitmen konservasi lingkungan yang dilakukan Perum Jasa Tirta II.

"Ini wujud nyata bagaimana kita mengelola lingkungan hutan seluas 6 hektar di sekitar bendungan yang luasnya sekitar 150 hektar," kata Djoko.

Pada kesempatan ini, lanjut Djoko, juga dilakukan penanaman 150 pohon yang dilakukan oleh semua peserta general meeting. "Manfaatnya yang sudah terasa. Wilayah sini lebih hijau juga dan menjadi kawasan rekreasi dan dipercantik menjadi kawasan wisata," imbuh Djoko

Direktur I Perum Jasa Tirta II, Sumiyana Sukandar menjelaskan, tujuan Narbo adalah untuk membantu pencapaian pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Dengan  demikian, dibentuknya Narbo adalah untuk memperkuat kapasitas dan efektiftas badan pengelola sungai dalam melaksanakan pengelolaan sumber daya air secara terpadu melalui pelatihan, pertukaran informasi, dan pengalaman antar anggotanya.
 
“Jaringan kerja sama ini diharapkan akan mendorong pengelolaan sumber daya air yang lebih baik antar masing-masing negara/anggota, dengan mengembangkan antara lain kegiatan advokasi, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas dan pertukaran informasi dan alih pengetahuan lintas sektor/negara,” jelasnya.
 
Ketua Panitia Field Visit, Haris Zulkarnain mengungkapkan, kegiatan The Sixth General Meeting of Narbo diikuti oleh institusi pemerintah dan organisasi wilayah sungai atau River Basin Organization ((RBO), baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti dari Jepang, Korea Selatan, Pilipina, Thailand, Sri Lanka, Malaysia, Vietnam, Bangladesh dan Laos.
 
"Keanggotan Narbo saat ini setidaknya ada 72 anggota, diantaranya yaitu 16 badan pengelola sungai, 21 lembaga pemerintah, 15 lembaga Regional Knowledge Partner, satu lembaga Inter Regional Knowledge Partner, dan satu lembaga Development Cooperation Agency. Dari Indonesia tercatat ada 20 instansi yang terganung dalam Narbo, salah satunya PT Jasa Tirta II," ungkap Haris.
 
General Meeting Narbo terselenggara atas kerjasama Asian Development Bank (ADB), Japan Water Agency (JWA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), Perum Jasa Tirta I (PJT I) and Perum Jasa Tirta II (PJT II).
 
Setelah agenda di hari pertama yang berlangsung di Purwakarta, di hari kedua agendanya adalah Thematic Workshop yang bertempat di Kementerian PUPR, di Jakarta. Demikian juga untuk agenda hari ketiga yakni Thematic Workshop and 6th NARBO General Meeting yang pelaksanaannya di Kementerian PUPR selaku tuan rumah. [ysa]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya