Berita

Politik

Ketum Hanura Tak Masalah Dengan Politisi "Kutu Loncat"

RABU, 22 FEBRUARI 2017 | 11:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta (Oso) menyampaikan apresiasi kepada tamu undangan yang hadir pada pengukuhan pengurus DPP Partai Hanura periode 2016-2020, di SICC, Sentul, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/2).

Pelantikan kabinet Oso disaksikan Presiden RI Joko Widodo, Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Ada juga Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy, Ketua Umum PKPI AM Hendropriyono, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.


Perwakilan dari pemerintah ada Seskab Pramono Anung, Menesneg Pratikno, Menkumham Yasonna Laoly, dan Menkopolhukam yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Partai Hanura Wiranto.

Hadir juga, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, Ketua DKPP Jimly Asshidiqie, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dan Walikota Bogor Bima Aria.

Di awal sambutan, Oso mengaku tak masalah dengan politisi yang pindah-pindah partai alias "kutu loncat".

"Saya bangga dengan partai-partai. Yang pindah-pindah itu nggak apa-apa sekarang. Kenapa, yang penting untuk kepentingan negara," kata wakil ketua MPR ini.

Dengan nada bercanda, Oso juga tak masalah jika kadernya yang dilantik hari ini pindah partai.

"Partai saya (Hanura) juga kalau diambil silahkan, nggak apa-apa. Tapi kalau dia mau, kalau nggak mau, biarkan dia di hati nuraninya," sebutnya yang disambut gelak tawa.

Paska Oso terpilih jadi ketua umum pada Munaslub Partai Hanura, banyak tokoh yang bergabung ke Hanura. Misalnya, puluhan anggota DPD RI, loyalis mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, termasuk mantan Panglima TNI Moeldoko. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya