Berita

Jaya Suprana

Gotong Royong Membangun Tanpa Mengorbankan Rakyat

SELASA, 21 FEBRUARI 2017 | 20:43 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SALAH satu media online, 20 Februari 2017, 09:20 WIB, memberitakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera turun ke lapangan mengecek lokasi-lokasi banjir di Jakarta.

Ahok mohon maaf kepada masyarakat karena tidak ada cara selain normalisasi sungai untuk mengatasi banjir. Ahok menegaskan banjir yang melanda di sejumlah kawasan akibat belum selesainya normalisasi Sungai Ciliwung. " Iya pasti (Cipinang Melayu banjir) karena normalisasi Sungai Ciliwung segala macam baru 40 persen. Tapi 40 persen saja efek sudah bagus banget sebetulnya. Ini kan masih ada yang bolong kan. Dulu kami baru masuk, 2.200-an lokasi banjir. Tahun lalu 400-an (lokasi banjir). Bulan ini sebelum naik itu tinggal 80 titik saja. Jadi kalau masih di Cipinang gitu ya mau bilang apa. Nanti saya mau ke sana," kata Ahok di gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2017).

Untuk itu, solusinya, menurut Ahok, normalisasi sungai harus tetap dilakukan. "Harus tetap normalisasi. Kalau ada yang punya lahan, makanya saya selalu sampaikan ke masyarakat segera urus sertifikat. Dulu susah mesti bayar BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), sudah saya gratiskan. Kalau sudah dapat sertifikat ya mau nggak mau kami harus bayar harga yang berdasar NJOP supaya mereka bisa beli di tempat lain."


Ahok juga berencana mengunjungi warga korban banjir di Bukit Duri, Jakarta Selatan. "Saya mau lihat supaya yakinkan warga sana, Bukit Duri segala macam supaya mau dinormalisasi. Kan bisa lihat tetangga-tetangga. Dulu Kampung Pulo seatap, sekarang hitungan jam sedengkul. Itu karena belum beres. Jadi 4 tahun, kami baru berhasil 40 persen karena banyak masalah. Masyarakat kan saya harus mohon maaf kan situasi kayak gitu, nggak ada cara lain (normalisasi sungai), dibilang nggak sosialisasi," ungkap Ahok. 

Ketika ditanya mengenai anggaran, Ahok menambahkan dana sudah ada dan tugas Pemprov DKI Jakarta menyediakan lahan kerja. Dari pemberitaan tersebut, dapat diyakini bahwa Basuki Tjahaja Purnama memang benar-benar bersemangat mengatasi masalah banjir di Jakarta. Saya sepenuhnya mendukung pembangunan infra struktur sebagai satu di antara sekian banyak upaya menanggulangi banjir, selama dilakukan tanpa mengorbankan rakyat .

Syukur Alhamdullilah, apabila Basuki Tjahaja Purnama telah sadar bahwa pembangunan dapat dilakukan tanpa harus mengorbankan lingkungan alam, sosial, budaya apalagi rakyat. Memang secara bulat telah disepakati oleh para ilmuwan pembangunan abad XXI , bahwa pembangunan infrastruktur dapat ditatalaksanakan tanpa melanggar hukum, HAM, Agenda Pembangunan Berkelanjutan, Kontrak Politik Ir. Joko Widodo dengan rakyat miskin Jakarta, Kemanusiaan Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Apalagi para tokoh cendekiawan sosial, hukum, ekologi, hydrologi, tata kota, arsitek yang tergabung di Forum Kampung Kota, Walhi, LBH, Urban Poor Consortium, Ciliwung Merdeka, serta berbagai LSM lingkungan dan kemanusiaan niscaya siap untuk diajak pemerintah untuk gotong-royong merencanakan dan melaksanakan pembangunan infra struktur tanpa mengorbankan lingkungan alam, sosial, budaya apalagi rakyat miskin.

Penulis pembelajar Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya