Berita

Foto/Net

Nusantara

Video Ahok "T**k, T**k" Beredar Lagi

SENIN, 20 FEBRUARI 2017 | 09:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pilkada DKI Jakarta 2017 sudah bisa dipastikan akan berlangsung dua putaran. Pasalnya, dari tiga paslon yang bertarung, tidak ada yang memperoleh dukungan 50 persen lebih.

Dimuat dari Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pilkada 2017 yang di laman kpu.go.id,  Ahok-Djarot unggul dengan 2.357.637 suara (42,96 persen), Anies-Sandi menempati urutan kedua dengan 2.193.636 suara (39,97 persen), dan Agus-Sylvi meraih 936.609 suara (17,07 persen).

Dengan begitu, putaran kedua Pilkada Jakarta pada 19 April nanti, akan diikuti dua paslon teratas. Yaitu, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.


Memasuki putaran kedua, masing-masing paslon dan timnya kembali memperkuat sembari memperluas basis dukungan. Semua trategi dan jurus kampanye diyakini akan dikeluarkan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi.

Bersamaan dengan itu, kini publik kembali diingatkan dengan umpatan kotor Ahok tahun 2015 lalu. Kembali viral interview yang memperlihatkan Ahok memaki dan berkata tidak senonoh.

Dalam potongan video selama 00.39 detik itu, terlihat betapa jurnalis Kompas TV Aiman Witjaksono berusaha keras mengingatkan Ahok agar tidak berkata senonoh, terlebih karena wawancara disiarkan live atau langsung.

Tapi bukannya menurunkan ketegangan, Ahok malah semakin marah dan mengatakan bahwa apa yang dikatakannya benar. Dia mengulangi kalimat tidak senonoh itu beberapa kali.

"Gue bukain t**k t**k itu semua..," sebut Ahok.

Interview acara Aiman itu mengangkat tema "membongkar permaianan anggaran siluman", yang bersamaan dengan perseteruan Ahok dengan DPRD Jakarta dalam membahas APBD Jakarta.

Dia awal-awal video itu beredar, banyak publik yang menyayangkan dan mengecam pernyataan Ahok. Ahok dinilai sudah kelewatan batas.

Dan diyakini sudah tidak bisa perubahan Jakarta dipegang oleh gubernur yang emosional dan mulutnya kotor seperti Ahok. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya