Berita

Foto/Net

Bisnis

Kegiatan Ekspor Impor Pakai Kapal Lokal Dong

Dorong Industri Pelayaran Nasional
JUMAT, 17 FEBRUARI 2017 | 08:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Asosiasi Pengusaha Pelayaran Nasional Indonesia (Indonesian National Shipowners Associa­tion/INSA) meminta pemerintah segera menjalankan program beyond cabotage atau kegiatan angkutan ekspor impor yang memprioritaskan penggunaan kapal berbendera merah putih. Saat ini, 95 persen transportasi ekspor dan impor masih tetap dikuasai kapal asing.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan, penggu­naan kapal nasional berbendera merah putih oleh perusahaan pelayaran telah terpenuhi den­gan baik. "Namun, kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk menjadikan Indone­sia sebagai poros maritim dunia atau beyond cabotage," ujarnya di Makasar, kemarin.

Ia mengatakan, beyond cabo­tage akan membuat para pen­gusaha pelayaran dapat bersa­ing di kancah angkutan laut internasional terutama angkutan komoditas ekspor dan Impor. "Beyond cabotage mendesak untuk segera dilakukan," te­gasnya.


Menurut dia, kebijakan mon­eter dan fiskal masih belum meningkatkan daya saing pe­layaran nasional. Sebab, kebi­jakan beyond cabotage belum dijalankan pemerintah. Karena itu, dia mengaku, tidak heran jika transportasi ekspor dan impor masih tetap dikuasai kapal asing.

Dia mengusulkan, adanya insentif bagi pemilik barang yang menggunakan kapal na­sional untuk perdagangan luar negeri. "Upaya-upaya yang di­lakukan harus terus didukung, sehingga program beyond cabotage dapat segera tereal­isasi," tuturnya.

Menurut dia, industri pela­yaran Indonesia perlu belajar bagaimana negara lain memper­lakukan industri pelayarannya. Beberapa hal yang perlu dipela­jari antara lain kebijakan fiskal dan moneter di industri ini.

Carmelita juga mengajak, seluruh pemangku kepentingan industri pelayaran mendeteksi sejumlah permasalahan dan mencarikan solusi terbaik untuk menjawab tantangan industri pelayaran mendatang. "Kita akan bangga melihat kapal-kapal berbendera merah putih berkibar dengan gagahnya di Eropa, Amerika, dan negara besar lainnya," ujar dia.

Dilakukan Bertahap

Menko Maritim Luhut B. Pan­djaitan mengatakan, program beyond cabotage akan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, hal itu pemting agar membuat industri maritim Indonesia kom­petitif dengan negara lain.

"Untuk itu, masih banyak masalah yang perlu diselesaikan, antara lain masalah konektivitas antardaerah. Dalam pengem­bangan maritim tersebut, kerja sama serta integrasi antara ber­bagai sektor harus dilakukan," ujarnya.

Menurutnya, masalah pada sektor-sektor pendukung seperti perizinan, tanah, dan lain-lain juga perlu ditangani secara terbuka. "Hal ini dapat dilaku­kan bila masing-masing sektor menghilangkan ego dan bekerja untuk kepentingan negara," tu­tur dia. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya