Berita

Net

Bisnis

Pertamina Catat Penjualan Pertalite Mencapai 5,8 Juta KL

RABU, 15 FEBRUARI 2017 | 22:05 WIB | LAPORAN:

PT Pertamina (Persero) mencatat penjualan Pertalite sebagai varian baru produk bensin mencapai 5,8 juta kiloliter (KL) sepanjang tahun 2016. Hal itu menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap bahan bakar dengan RON 90 tersebut.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, Pertalite merupakan bagian dari inovasi produk Pertamina yang telah dicanangkan melalui 5 Pilar Prioritas Strategis. Pertalite diluncurkan berdasarkan kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi kendaraan.

"Lahirnya Pertalite yang kini menjadi produk bahan bakar favorit masyarakat dan bahkan menjadi Product of the Year 2016 merupakan buah dari inovasi Pertamina. Di mana, seluruh manajemen Pertamina sangat mendukung kemunculan dari produk dengan RON 90 tersebut," jelas Wianda dalam keterangannya, Rabu (15/2).


Dia mengatakan, Pertamina sudah memiliki pusat-pusat produksi baik kilang maupun blending facilities dengan proses yang memenuhi kaidah, standar industri dan pengendalian mutu yang terjamin. Sehingga dapat menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.

"Dalam proses pengujiannya kami melibatkan Gaikindo dan lembaga konsumen serta tim penguji independen yaitu Institut Teknologi Bandung. Artinya, Pertamina sangat serius dan menjamin kualitas produk Pertalite yang diproduksikan dan dipasarkan kepada konsumen," beber Wianda.

Sebagai produk resmi, Pertalite menjadi pilihan baru bagi konsumen yang memiliki ekspektasi spesifkasi lebih tinggi namun dengan harga terjangkau. Wianda mengatakan, penerimaan pasar terhadap Pertalite juga luar biasa besar. Pada Januari 2016, Pertalite masih terjual sekitar 3.500 KL per hari, namun pada Desember penjualan mencapai 33 ribu KL per hari.

"Sepanjang tahun lalu total volume penjualan Pertalite mencapai 5,8 juta kiloliter. Hingga saat ini penjualan Pertalite terbukti terus mengalami tren peningkatan," ujarnya.

Ditambahkan Wianda, Pertalite bersama dengan Pertamax Series telah menggerus penjualan jenis Premium. Dari semula di kisaran 80 ribu KL per hari menjadi sekitar 45 ribu KL per hari. Penurunan terjadi secara alamiah karena adanya pergeseran pola konsumsi bahan bakar di masyarakat.

"Sekarang jika melihat SPBU Pertamina banyak konsumen ramai menunggu giliran pengisian pada dispenser Pertamax dan Pertalite. Pemandangan seperti itu terjadi di hampir semua SPBU kendati Premium masih disediakan," imbuhnya. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya