Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Yang Bikin Gaduh Cuma Satu Orang, Sikat Saja!

SELASA, 14 FEBRUARI 2017 | 23:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Selama ini elit politik bisa basa basi seolah-olah tidak terjadi apa-apa di negeri ini. Padahal kenyataannya, terjadi tensi yang sifatnya mengarah ke isu SARA memanas di masyarakat bawah.

Begitu kata mantan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli saat menjadi pembicara di Ulang Tahun ke-9 TVOne sesaat lalu, Selasa (14/2).

Pernyataan ekonom senior Indonesia itu mengarah pada kasus penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pasalnya, atas kasus ini ratusan ribu umat Islam membanjiri ibukota dalam Aksi Bela Islam I, II, dan III, untuk menuntut keadilan.


"Kalau hanya sekadar kompetisi pilkada, nggak ada masalah, ada ratusan pilkada tanpa ada masalah selama ini. Tapi yang terjadi tensi ini sifatnya mengarah ke arah sara, soal agama dan suku," ujarnya.

Rizal menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membedakan orang Indonesia berdasarkan suku dan agama. Untuk itu, dalam kasus ini ia menilai bahwa arogansi, kecongkakan, dan gaya bicara Ahok yang neofasis menjadi pemicu masalah SARA ini. Apalagi selama memimpin DKI Jakarta, Ahok terkenal sebagai raja gusur.

"Memang ada yang arogan yang menggunakan isu agama ini dan juga ada yang congkak, yang neo fasis cara bicaranya, yang main gusur kiri kanan," sambung Rizal.

Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini menilai bahwa energi bangsa telah habis dengan sia-sia sejak November tahun lalu.

"Bayangin sejak bulan november, 4 bulan waktu kita habis ngurusin soal begini. Kita basa-basi aja, kita nggak ngomong pokok masalah," ujarnya.

Belum lagi pengajuan hak angket yang diguliorkan di DPR akan kembali menguras tenaga. Setidaknya 2 bulan waktu akan sia-sia hanya untuk mengurus masalah yang sama.

"Kalau seandainya menangpun, pasti bakal ribut lagi," sambung Rizal.

Lebih lanjut, ia menyarankan kepada pemerintah untuk segera menyikat biang kerok dalam masalah ini. Apalagi kegaduhan besar ini terjadi hanya dikarenakan satu dan dua orang saja.

"Jadi yang bikin ribut -ribut ini cuma satu, dua orang saja. Nah menurut saya yang ngaco-ngaco ini disikatlah udah gitu aja," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya