Berita

Jaya Suprana

Surat Terbuka Kepada Para Calon Kepala Daerah

SELASA, 14 FEBRUARI 2017 | 12:26 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PARA Calon Kepala Daerah yang terhormat , melalui surat terbuka ini kami menyampaikan penghargaan dan penghormatan atas gelora semangat pengabdian Anda yang ingin mempersembahkan karsa dan karya bakti terbaik bagi negara, bangsa dan rakyat di daerah Anda.  Semoga pada Pilkada 2017, rakyat akan memilih Anda sebagai kepala daerah yang memimpin pembangunan di daerah Anda.

Terkait dengan pembangunan, dalam kesempatan ini dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan kepada Anda yang akan terpilih sebagai kepala daerah yang akan memimpin pembangunan di daerah Anda masing-masing. 

Dalam permohonan ini saya tidak perlu mengatas-namakan rakyat sebab diri saya sendiri adalah rakyat .


Saya memohon perkenan Anda setelah nanti terpilih oleh rakyat jangan sampai lupa kepada rakyat yang telah memilih Anda. Jangan sampai Anda nanti setelah terpilih oleh rakyat untuk menjadi kepala daerah lalu pura-pura apalagi benar-benar menderita penyakit amnesia sehingga lupa kepada rakyat yang telah memilih Anda untuk menjadi kepala daerah.

Mohon jangan sampai Anda lupa kepada rakyat pada saat Anda gigih menatalaksanakan pembangunan infra-struktur di daerah di mana Anda telah terpiih oleh rakyat untuk menjadi kepala daerah.

Mohon jangan sampai Anda tega hati untuk sengaja atau tidak sengaja mengorbankan rakyat atas nama pembangunan infra-struktur.

Jangan sampai Anda tega hati menjadikan rakyat sebagai tumbal pembangunan . Jangan sampai Anda mengingkari Kontrak Politik dengan rakyat miskin yang telah ditandatangani Ir. Joko Widodo yang kini telah terpilih oleh rakyat menjadi presiden Indonesia sehingga alih-alih menata malah menggusur rakyat.

Jangan sampai Anda mengingkari Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati dan diikrarkan oleh segenap negara termasuk Indonesia anggota Persatuan Bangsa Bangsa sebagai pedoman pembangunan planet bumi tanpa mengorbankan alam, budaya, sosial apalagi manusia.

Jangan sampai dalam terlalu bersemangat melakukan pembangunan infra-struktur kemudian Anda lupa daratan sehingga membabibutatuli menghalalkan segala cara termasuk melanggar hukum, hak asasi manusia, Agenda Pembangunan Berkelanjutan, Kontrak Politik Ir. Joko Widodo dengan rakyat miskin serta Pancasila.

Mohon setelah Anda terpilih oleh rakyat untuk menjadi kepala daerah yang memimpin pembangunan di daerah Anda tetap berkenan  eling (ingat)  dan  ojo dumeh (tidak mentang-mentang) maka tidak akan lupa diri akibat mabuk kekuasaan yang telah diberikan oleh rakyat kepada Anda sehingga Anda tega mengorbankan rakyat atas nama pembangunan atau apa pun.

Mohon selalu diingat bahwa vox populi, vox dei,  suara rakyat adalah suara Tuhan, maka sungguh tidak layak apabila rakyat dikhianati dengan alasan apa pun.

Apabila Anda berkenan memperhatikan, mempedulikan serta mengabulkan permohonan saya untuk tidak mengorbankan rakyat dalam menunaikan tugas memimpin perjuangan pembangunan infrastruktur di daerah Anda, sebenarnya saya tidak berdaya apa pun. Kecuali yang mampu saya lakukan adalah berterima kasih kepada Anda serta memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa untuk senantiasa melimpahkan Anugerah Rahmat dan KurniaNya kepada Anda beserta rakyat di daerah Anda. AMIN[***]
 

Penulis adalah pembelajar makna hukum, HAM, Agenda Pembangunan Berkelanjutan, Kontrak Politik Jokowi dan Pancasila



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya